Selasa, 30 November 2010

Penjual narkoba saja butuh orang jujur!

Kalo ditanya : pengen nggak sih membahagiakan orang tua?

setuju dong kalo jawabannya pasti IYA !
Se 'enggak' nya pengen nggak terlalu nyusahin lah

dengan otak gue yang pas"an ini , gue juga rada worried ama kuliah gue. Gue ngerasa cemen aja ama semua pengetahuan yg dimiliki temen" sekelas gue. Jadi buat jaga-jaga kalo gue nanti cuma jadi 'lulusan' cemen, :DDD makanya gue pengen nambah pengetahuan lah sedikit ..
makanya gue pengen merambah ke dunia bisnis (baca: dagang) ..

nah, dibawah ini gue bakal share ke kalian beberapa prinsip tentang dagang dari novel karya abu umar basyir meniti di atas kabut hal 28 ...
Inget kan postingan tentang review book nya? Ini yang ngasih tips bapaknya Abbas;tokoh cenral di nih buku. Check this out
***************************************************************************
Pertama, prinsip kedisiplinan.
"untuk bisa berhasil di dunia dagang, kita harus mengenal disiplin dan membiasakannya dalam kehidupan kita ... "

bapakku kerap menyontohkan dengan hal-hal mudah yang dapat kukenali dalam kehidupan keseharianku.

"untuk dikenal sebagai tetangga yang baik, kamu harus terlebih dahulu dikenal sebagai tetangga. Dikenal ,artinya kamu harus berinteraksi, bergaul, dan mengenal para tetangga kamu. Semakin banyak yang kamu kenal, semakin pula kamu dikenal oleh banyak mereka. Inilah kedisiplinan sederhana, dalam hubungan interaksi."

menarik sekali.

"kamu harus sering terlihat oleh mereka, dan itu butuh kedisiplinan. Semakin kamu jarang terlihat, semakin kamu tak dikenal sebagai tetangga. Dikenal saja tidak, apalagi dipandang baik. Berdagang juga seperti itu. Kalau tak mampu menjaga disiplin dalam waktu, konsistensi pelayanan yang baik dan menjaga kualitas barang, siap-siap saja gulung tikar. Persaingan di dunia dagang itu hebat luar biasa anakku ...."

kedua, kejujuran.

"penjual barang haram seperti narkoba saja membutuhkan orang jujur untuk membeli atau mengedarkan barang-barangnya. Kejujuran itu syarat mutlak dalam dagang ..."

"pembeli yang kamu bohongi, akan mengiklankan kebohonganmu kepada banyak orang. Begitu juga sebaliknya. Kejujuranmu akan diiklankan secara gratis oleh pelanggan yang merasa nyaman dan diuntungkan..."

"kamu bisa mendapatkan barang dengan harga jauh lebih murah, atau bahkan dengan pembayaran tertunda dalam waktu lama, hanya dengan modal kejujuran. Tapi,jangan terbuai oleh hutang. Ambil saja kesempatan membeli barang dengan harga semurah mungkin. Karena keuntungan sesungguhnya adalah selisih saat membeli , bukan selisih saat menjualnya..."

luar biasa.

ketiga, berbuat baik kepada orang lain

" ini prinsip yang rumit. Kebanyakan pedagang bersikap pelit dengan alasan ingin untung besar. Itu keliru. Dengan sedikit menurunkan harga, atau memberi harga tinggi dengan jaminan kepuasan pelanggan akan datang berduyun-duyun..."
"dalam bahasa dagang, kata 'memberi' itu bisa berarti promosi.."

keempat, kerja keras

bapakku tidak peduli dengan kampanye motivasi yang banyak tersebar dimana-mana, lebih baik bekerja cerdas daripada bekerja keras. Orang yang bekerja cerdas tanpa bekerja keras adalah para pelamun, para pengkhayal yang ingin senang tanpa ada banyak usaha. Itu prinsip bapakku semenjak dahulu.

"apa kalau sudah memiliki kemampuan bekerja cerdas seseorang tak perlu bekerja keras? Nonsen. Orang yang berjualan saham juga bekerja keras setiap waktu di depan komputer dan internet. Bos-bos perusahaan besar dunia juga nyaris kekurangan waktu untuk mengurus bisnis-bisnis raksasa mereka. Modal utama seorang pebisnis adalah kemampuan bekerja keras. Hal-hal itu sebagai tambahan saja ..!

kelima, memaafkan

"di dunia usaha, kita harus mudah memaafkan orang. Jangan setiap kritikan kita anggap sebagai bukti permusuhan. Sebaik apapun pelayanan kita, selalu saja ada yang tidak menyukainya. Sebagus apapun barang yang kita jual, pasti ada yang mencelanya. Kita harus memandang setiap partner dagang dan para pelanggan kita sebagai sahabat. Untuk itu, kita harus memiliki lebih banyak stok 'maaf' dalam diri kita .."

ternyata, tak hanya dalam kehidupan keseharian, dalam berdagang kita juga perlu menjadi pemaaf. Rupanya, semakin banyak orang yang berperilaku aneh, semakin kita perlu bersahabat dengan mereka. Wajar, bila pedagang yang baik itu diganjar setumpuk pahala dalam ajaran agama kita.

keenam, terus belajar.

kata bapakku, pedagang yang tak mau belajar dari kesalahannya, atau dari kesalahan orang lain adalah pedagang yang hanya ingin berjualan sementara saja. Apalagi, banyak hal yang harus terus dipelajari dalam dunia dagang. Tanpa mau belajar dan belajar, kta tidak akan mungkn bisa mengikuti perkembangan dunia bisnis yang kan hari tak menentu.

masih kata bapakku, antara satu jenis bisnis dengan bisnis yang lain, sering ada keterkaitan yang harus kita pahami. Harga satu barang, kerap ditentukan oleh barang yang lain. Bila kita membuka sebuah usaha yang terkait dengan usaha lain yang sudah kita punya, berarti kita telah merangkai usaha yang akan kita mudah kenali seluk beluk dan dinamianya setiap saat. Seperti berjualan bahan kain dan usaha konfeksi pakaian jadi .."

" orang sekarang sering menyebut kata inovasi, kreativitas dan sejenisnya dalam dunia bisnis, yang pada hakikatnya adalah hal-hal yang muncul dari keinginan belajar.."

***************************************************************************
SAYA JUALAN WARDAH LOH
beli dong

2 komentar:

  1. ok awal bisnis yg baik yas... he he.
    dagang dari yg kecil2 dulu ya klo Allah menghendaki rezeki tidak kmn kn... jiwa dagang juga in my blood he he. pengen nerusin usaha bokap q yg dulu bangkrut tp dlm hal yg beda. tp study is no. 1 ya yas...

    BalasHapus