Selasa, 12 Februari 2013

Lanjutan twit kemarin malam ...

Semalem tiba-tiba ada yang bilang gini ke gue.

"Nanti kalo ana mati, anti ikut sholatin ana ya?"

HAH? KAGET KAN...
biasanya kata-kata semacem ini terjadi ketika ada orang di sekeliling kita yang meninggal.

Tapi sebenernya mau sekaget apa juga. Kalian pasti setuju dan pengen banget nyampein pesen itu ke semua temen kita. Temen. Gak temen aja sih keluarga juga.

Masalahnya,  temen ato keluarga kita tau ndak cara sholat jenazah?

Nah, nanti sholatinnya gmn kalo ndak tahu ?

kita sendiri tau nggak, gmn caranya? Cari tau deh ilmunya trus kasih tau ke keluarga kita  karena nanti ketika kita yang meninggal. Apakah kita bisa ngajarin mereka. Kan ndak?

Kalo udah meninggal, terus misalnya yang ngerti kita doang, sedangkan orang di keluarga kita gak ada yang tau sama sekali gimana ngurus jenazah dengan benar, yang sesuai dengan qur'an dan sunnah sesuai pemahaman sahabat, trus nanti siapa yang bakal ngurus kita coba. Kalo diurus dengan cara yang kita udah tau kebenarannya. Emang kita bisa protes apa? Ndak kan .

Ini kayaknya gue lagi dialog ama diri sendiri deh.

Makanya ras, ajarin adik"mu?! 

Minggu, 10 Februari 2013

Harga sebuah Hari Sabtu & Ahad

Memang, terlalu pagi untuk membicarakan hal-hal yang kurang menyenangkan.

Hanya,bagiku, terlalu pagi berada disini sungguh menyenangkan juga jarang.  Bolehkah sekedar lebih lama tinggal.

Kalian,muridku...  sudahkah terlalu sering terganggu tidurnya oleh suaraku ? Jadi, biarkan kali ini aku mengganggu tidur adik-adikku.

Aku, berkali-kali memuji dalam hati melihat kalian, maka sekali-kali ketika sempat melihat adik-adikku, hatiku juga ingin memuji mereka.

Berapa kali sudah aku mendengar keluhan kalian tentang pelajaran ini itu, bahkan pelajaran yang aku ajarkan, ah, adikku juga suka begitu ketika kuajarkan! dulu!

Terlalu seringkah kalian mendengar cerita tentang adik-adikku yang membuat kita tertawa bersama. Jadi,bolehkah sesempatnya saja , aku menceritakan kalian ke adikku.

Diantara sesaknya hari senin sampai jum'at, semoga aku masih memiliki sabtu ahad yang menyenangkan. bersama mereka, adik-adikku.

Jadi, ketika nanti sabtu ahadku dirusak, hal-hal menyenangkan inilah yang tak pernah rela kukorbankan.

Semoga ada yang mengerti maksudku.

Senin, 04 Februari 2013

Dalam hidup

Gue inget gimana suatu hari, gue takziyah ke rumah kk kelas yang Ayahnya meninggal dan sekaligus  mengunjungi temen gue yang baru lahiran. Waktu itu gue naik motor dari ke daerah Kaliabang bekasi trus lanjut ke daerah kedoya jakarta barat. Agak capek memang buat cewek yang rumahnya di jakpus ini. Tapi poinnya bukan itu. Hari itu,  dalam hari yang sama gue mencoba menyabarkan kk kelas gue yang baru aja ditinggal Ayahnya dan turut dibagi kebahagiaan oleh temen gue sendiri yang baru punya anak pertama. 

Dalam hidup, tak (pernah) ada pilihan tentang siapa yang pergi dan siapa yang datang.

Kita bahkan gak punya ide tentang ini semua, tentang gimana urutan terbaik kapan orang-orang terdekat kita pergi. Apalagi rencana-rencana mendatangkan orang baru tak pernah sama dengan perkiraan-perkiraan kita.

Seperti sekarang ini, gue banyak bertemu dengan orang baru yang ndak ada habisnya gue syukuri. Di Sekolah tempat gue ngajar sekarang, di Sma boarding school khusus putri di daerah Bekasi. Orang-orang yang datang adalah orang-orang yang gak gue duga keberadaannya. Disini gue ketemu sama Ka Hajar, walaupun dia sama-sama anak UNJ dan pernah kajian bareng, tapi kita gak oernah menjadi sedeket ini sebelumnya. Umurnya lebih tua tiga tahun diatas gue. Dia guru bahasa Arab. Pribadi yang baik dan menyenangkan. Entahlah, karena kita sama-sama sebagai guru dan baru pertama kali  jadi musyrifah (wali santri) disana jadi beban kita sama.

Selanjutnya Ka Fani, guru Bahasa Indonesia dan Tarikh Islam dan jg tahfidz disana. Pribadi yang ramah dan menyenangkan juga. Umurnya beda 2 tahun sama Manda. Gue udah nganggep SMA ini adalah bagian dari keluarga . Ka Fani lulusan UI 2006. Setelah itu mondok di pesantren daerah bogor.

Disana, karena selain jadi guru Fisika, gue juga ngajar TIK. Jadi dianggap paling 'melek' soal teknologi. Jadilah, ka Fani suka nanya2 soal henpon androidnya. Dan gantinya gue minta suka diceritain fikih nikah. He...

Oya, sebagai anak kelahiran sembil sembilan satu yang sekarang umurnya menuju 22 tahun. Sekaligus termuda ketiga setelah Hana dan  Sarah. Jadilah Manda bulan2an para guru untuk ajang jodoh2in. Soalnya Hana, udah hamil 7 bulan, Sarah?  Udah punya anak umur 4 bulan. Sasaran empuknya Manda, Ka Hajar dan Ka Fani, para high quality jomblo. Aih.

Sebenernya masih orang-orang disana yg belum gue sebutin.

Dan entah nanti siapa yang akan pergi. Gue meninggalkan mereka ke tempat lain atau gimana ? Gue juga gak tau.