Jumat, 24 Agustus 2012

tulisan lama ...



[230412]
hari ini aku berfikir tentang banyak hal
tentang bagaimana sebuah peraturan dibuat memang sesungguhnya untuk kebaikan kita/ walau dalam menjalankannya tak sedikit oknum atau orang mengambil kesempatan di dalamnya . bukan peraturannya yang salah tapi...

tentang bagaimana sesuatu yang dulu sekali, mungkin sangat lama, kita ketahui pada awalnya, lalu terlupa karena tak pernah dilirik lagi. tak pernah diulang, tak pernah diingat ...
misalnya seperti ibadah yang memang harus dilakukan dengan dua hal yang benar, sesederhana niat yang benar dan cara yang benar .
kita dulu pernah mengenal teori yang sama walau praktiknya kembali ke (keimanan) kita masing- masing.

sendiri

setiap kita pernah dibiarkan sendiri
untuk bisa berjalan pertama kali, orang tua kita melepas tangan kita dan percaya anaknya sudah sanggup berjalan ...

di waktu TK, kita pertama kali diantar dan dibiarkan sendiri tanpa di tunggui
karena orang tua kita percaya kita tidak akan lagi sibuk mencarinya dan tidak menangis disana

ketika sd pun sama, ibu mengantar dan akhirnya pulang .
kita sendirian dan sesekali khawatir seperti apa sesungguhnya orang-orang yang duduk di sekitar kita.
gurunya, apakah sebaik ibu atau tidak ?

bahkan ketika smp untuk pendaftaran kita masih di temani orang tua.
sampai akhirnya mau tidak mau berani naik angkutan umum sendiri ke sekolah.

saat sma, semua seperti kemauan kita, mengambek saat tidak diijinkan pergi jauh, kita ingin sendiri . meninggalkan larangan mereka , terkadang ?

kuliah pun sama, orang tua kita mempercayakan apa yang anaknya lakukan di kampus, tanpa harus setiap semester mengambil rapor. tidakkah mereka terlalu polos untuk mempercayai kita ? atau kita yang selama ini menyia-nyiakan kepercayaan itu.

sekarang kita sudah besar, semuanya terasa cepat . mungkin kita masih ingat ketika berjalan-jalan di pasar membeli pakaian baru untuk masuk TK, tapi lihat sekarang, di depan laptop, sibuk di luar rumah ?

sebentar lagi, kita akan merasa ditinggal sendiri ketika harus menghadapi dunia baru .
mungkin sulit bagi kita , yang tak pernah tinggal jauh dari orang tua. sulit rasanya membayangkan tanpa keluarga ini di kejauhan sana, fiuh ...

tapi, semua akan tiba pada saat dimana kita tahu bersama.
kita udah besar, sudah waktunya sendiri mengambil tanggung jawab setelah selama beberapa tahun, disekolahkan dan dibesarkan sebegitu baiknya.

akhirnya, Laras akan mengambil makna baru dari kata sendiri yang akan dihadapi nanti, sendiri di tempat ngajar dan tinggal di sana.