Jumat, 24 April 2015

Membaca terjemahan

Saya tahu persis Saya bukan ahli nya dalam menafsirkan alqur'an tapi membaca terjemahan quran yang berbahasa indonesia, seringkali menjawab pertanyaan pertanyaan pertanyaan dalam hati Saya.
Ada yang mengganggu hati Saya akhir akhir ini, Saya membenci seseorang. Serius, ini bukan hal yang menyenangkan. Saya pun sebal denga perasaan Saya, bahwa Saya membenci seseorang. Membenci seseorang itu seperti menjadi susah sendiri. Padahal sesseorang itu banyak kebaikannya. Tapi tak bisa menjadi baik karena kebencian. Awalnya Saya hanya menepis hal yang pernah ia lakukan pada Saya dan memilih untuk melupakan. Tidak mau mengingat, sampai akhirnya seseorang itu datang dan meminta maaf. Dan kejadian itu terulang lagi dalam rekaman. Prasangka prasangka buruk yang saya lupakan bersama kejadian itu muncul kembali. Entahlah, hal ini begitu menyesakkan dada Saya.
Di beberapa tulisan orang, ada yang bilang bahwa yang kita alami, adalah pesan yang ingin Alloh sampaikan. Lalu, hati Saya bertanya. Mengapa Alloh mendatangkan orang yang hadirnya sekali, namun lukanya mungkin sampai mati. Ah, maaf berlebihan sekali. Lukanya masih terpatri dalam hati.
Saya tidak menangis sebelumnya, karena dilukai, Saya menangis karena rasanya Saya seperti membenci saudara sesama muslim sendiri. Saya menangis, sepertinya Alloh akan meninggalkan Saya sendiri dengan kebencian ini. Saya merasa seakan akan Alloh lebih sayang pada seseorang lain itu ketimbang Saya. Saya kesakitan membenci segala amal sholeh yang seseorang lain itu lakukan. Aneh kan. Padahal amal sholeh itu tak pernah menyelakakan Saya.
Berhenti!
Pertanyaan itu berhenti dengan ayat yang Saya baca kala itu .
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalzalim
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa.)))
Saya pernah mengeluhkan luka ini pada teman dekat. Kata saktinya yg membuat Saya menerima : mungkin dia pernah lebih sakit dari Saya.
(((Dan supaya Alloh membedakan orang orang yang beriman)))
Saya akhirnya paham bahwa Melupakan beda dengan memaafkan. Teramat beda. Memaafkan adalah ketika Saya ingat dan tak ada lagi sesak. Sedangkan lupa, hanya kemauan untuk tidak mau merasakan sesak. Disini bukan lagi terletak bahwa kita ingin terlihat kuat karena disakiti. Oleh siapapun. Oleh teman dekat. Oleh orang yang menyakiti. Tapi, oleh Alloh , Alloh yang ingin melihat kita. Saya tidak akan belajar memaafkan jika selamanya semua orang berbuat baik pada Saya. Bukan karena Saya layak disakiti tapi karena Alloh ingin membedakan... Apakah Saya termasuk hambaNya yang pemaaf ? Pantas saja dulu ada kisah tentang seorang Anshor yang dijamin masuk surga tersebab tiap malam ia selalu memaafkan saudara saudaranya. Karena memang, memaafkan bukan hal mudah pada hati yang sakit.
Jika ada yang berbaik hati ingin mendo'akan Saya, do'akan semoga Saya memiliki hati yanh pemaaf.

Jumat, 10 April 2015

Spread Joke : Patung Tugu Tani

"Patung tugu tani kalau denger adzan subuh,nangis"
Berawal gue yang dikerjain sama Kepala Cabang di bimbel tempat gue ngajar yang bilang hal tersebut.
" Mba Manda belum tau ya, patung tugu tani kalo denger adzan subuh,nangis."
"Boong! Mana bisa"
"Bener mba,kalau denger adzan subuh. Nangis"
Gue cuma bisa dalem hati, ckck masa KC gue percaya aja ama cerita cemen kayak  gini, mana disebar²in lagi. Baru gue mau berniat bilang (pak jangan nyebarin berita boong)
Tapi keduluan KC yg bilang :
"Sayangnya dia ga bisa denger mba"
Haha. "Rese~ bener juga. Cerdas cerdas"
Dan gue berasa ga boleh sendirian dikerjain begini. Mari gue ceritakan siapa aja yang udah gue bales kerjain.
1. Anak2 kelas X sma Future Gate
Beberapa anak yang gak remed bikin lingkaran dengan gue, dan tetibalah mereka minta cerita horor.
"Kalian tau patung tugu tani? Itu yang deket toko ahlussunnah senen. Tau gak ? "
"Dimana sih, gatau bu ... Yaudah² kenapa emang?"
"Iya, patung tugu tani kalau denger adzan subuh nangis?!"
"Sumpil?"/ "yang bener bu"/ "Ibu liat sendiri"/ "masa?"/ "ada fotonya?
"SAYANGNYA PATUNG GABISA DENGER??!!!"
AAAA~ Hahaha. Udah serius serius
2. Audrey dan Ranti yang lagi nonton drama korea fool's love
Gue dateng sambil mencet spasi di laptop biar videonya ke pause.
"Eh mau diceritain gak? Tentang patung tugu tani, yang senen lurus itu loh Ti"
Adik I : "Iya yang itu kenapa ?"
Adik II : " yang bawa cangkul ya ?" (padahal bawa laras panjang)
"Masa patung itu kalau denger adzan subuh,nangis"
"Mba yayas liat sendiri ?"/ "lo ada videonya?"
"Gada ... Gaak liat"
" trus kok lo bs tau nangis?" / beneran apa boongan sih nih?"
"Tapi, patungnya gabisa denger"
*hampir ditoyor adik sendiri*
3. Ka Nasti dan Ipi , Si Hesti lagi cuci tangan
Setelah bilang,
KN : "Lo liat ndiri Nda?"
I :"Masa Nda"
Mukanya ka nasti bikin gue gabisa nahan ketawa. Sambil cengengesan bilang " tapi patung gabisa denger"
Ka Nasti pukul meja, Ipi ga denger jawaban gue jadi ga ngerti dia.
"Nanti gue mau ke Hesti ya pada diem aja." trus lupa Hesti belum dikerjain.
4. Nulis status fesbuk " The power of "patung tugu tani, kalau denger adzan subuh, nangis"
Eh, yg komen si Hesti. Masa Nda ?//
Oiya tadi pas cerita ke ipi ama ka nasti, elo gada Hes // (Ipi nge like status tsb) // kenapa Nda?// simpan kepomu, tar pas ketemu gue tunggu//GUE TUNGGU// *ngakak di rumah baca komennya Hesti*// ada yang komen lagi , " tugu tani yang kwitang Nda? Ada ada aja si Manda",// "no pic hoax nda" // "sayangnya patung  gabisa denger, temen²" // Hesti : IH MANDA
Selanjutnya semoga gue ga durhaka .
5. IBU
"Bu patung tugu tani, kalo denger adzan subuh,nangis"
" nangis ? Air mancur ?"
Ga tahan langsung ngaku
"Sayangnya patung gabisa dengeer"
"Jadinya air mancur"
" Ibu ndak nyambuung"
6. BAPAK
Waktu itu ada Bapak,Audrey,Ibu
"Drey, Bapak belum dikasih tau patung tugu tani"
" iya Pak, tugu tani udah tau belum" sambung Audrey
" tugu tani yang di senen lurus, tau..."
Jawab Bapak sambil merem melek minum kopi
" iye Pak, masa kalo denger adzan subuh, nangis" .
Bapak diem aja, ga heboh.
"Yah diem aja si Bapak Drey"
"Bapak percaya ga Pak?" tanya Audrey
"Percaya aje"
"Kenapa percaya?"
"Nangis, sedih gabisa sholat subuh kan?" Bapak mulai ngarang
" hahaha. Banyak orang ga sholat subuh ga nangis pak... haha, Bapak nih, maksudnya kan patung gabisa denger, hahaha, malah lucuan Bapak"

Cerita ini hanya salah satu usaha agar malam ini kamu tersenyum sebelum tidur. selamat malam!