Jumat, 19 Desember 2014

Bukan Review Book : Hujan Matahari

Hujan Matahari, Kurniawan Gunadi
Tarraaaaaa budiman~
saking lamanya ndak review buku semoga tulisan kali ini tidak membosankan.

*/pernah ingat bagaimana awal pertama kali kalian berjalan, kalian berlari atau ketika kita berteman ?
ingat ? lalu kita sudah sejauh ini. mungkin ketika Saya juga bisa menemukan buku ini.*/

awalnya ada anak murid Saya bernama Hilyatin yang mengirimkan gambar ini .
dan Saya langsung aja suka sama tulisannya . dan kebetulan di pesan yang dikirim murid Saya itu ada alamat webnya . jadilah Saya kepoin web tersebut. Setelah itu , sebenernya Saya langsung kirim gambar tersebut ke beberapa teman buat bisa jadi bahan obrolan. tapi tanggapan masih sedikit. jadilah Saya ngutek di web tersebut sendirian.

mm... *nginget lagi* awalnya bukan dari murid Saya deng, awalnya Saya juga melihat gambar di instagram tapi yang gambar ini trus ada nama kurniawan gunadi dah tuh . Saya gugling, mmm gak ketemu apa apa kalo ndak salah. yaudah berhenti pencariannya. eh sampe akhirnya yang tadi saya ceritain kalo di kirimin pesan sama murid Saya.

jadi disitulah cerita bermulai. Saya jadi maen ke tumblr nya masgun (sok akrab kan!). akhirnya Saya berhasil menemukan info kalo bakal ada bedah buku "Hujan Matahari"di kota Hujan dan ikutlah acara tersebut.

dan disanalah Saya berhasil bertemu dengan penulis baru tersebut. mmm.. kebanyakan yang dateng anak kampus situ, jadi berasa tua di sana. tapi biarin deh gada yang kenal, dah gitu tampang masih mendukung untuk terlihat layaknya anak kampus.hehe~

kapan review hujan mataharinya. Sebenarnya bukan review ini namanya, ini tuh kayak jawaban-jawaban Saya atau inspirasi yang muncul setelah baca buku Hujan Matahari.

Baru kali ini Saya membaca buku fiksi sambil memegang pensil dan kertas A4 kosong, membaginya jadi empat bagian. Lalu menuliskan tulisan lagi setelah membaca tiap judul yang ada di buku ini. tapi A4 emang ndak cukup buat nulis semuanya kayaknya waktu itu Saya cuma sampe bab hujan. trus berhenti nulis. dan cengengesan sendiri.

buku ini dibagi jadi empat bagian :
1. sebelum  hujan


2. gerimis

[keyakinan ]

Pada tulisan ini Saya belajar ketulusan, bagaimana perasaan yang tulus. Saya pernah bertanya sebelumnya tentang arti dari kutipan Tere Liye : Tidak ada kesalahan, kekeliruan, apalagi dosa dalam sebuah perasaan, bukan ? Akhirnya dengan baca tulisan ini, Saya rasa Saya mengerti, bahwa terkadang bisa jadi laki² baik² menyukai wanita (belum) baik yang belum mengenal kebaikan. Seseorang yang memilih tetap pada rasanya bukan membuang perasaannya jauh yang dia anggap salah. Ternyata lelaki ini punya visi :
" aku ingin menyelamatkannya dan bisa bersama-sama dengannya ke Surga. Gadis sebaik itu tidak sepantasnya mendapatkan murka-Nya " /*tuluuus banget sih!!*/
Saya, merasa bahwa ketika saya masih memiliki rasa suka kepada laki² yang belum mengenal kebaikan (menurut Saya) itu adalah perasaan yang salah. Tapi akhirnya Saya paham maksud Tere Liye. Terima Kasih Mas Gun sudah menceritakan kisah ini. Terima kasih untuk laki-laki yang ada dalam tulisan ini yang bilang bahwa: 
" perasaan itu fitrah dan setiap perasaan baik akan menghantarkan kepada hal baik "

Dia, laki-laki itu memang baik, namun (mungkin) belum mengenal banyak kebaikan.

[Sepi]
Saya sendiri dan tidak kesepian. Sebenarnya, Sata terlalu malas memikirman kalau Saya sendirian atau kesepian. Saya selalu kelelahan sampai di rumah dan terkadang tidak ada waktu lagi untuk berfikir apakah Saya kesepian?

Dialog.
(cuma bisa Senyum.bagus banget!)

(Jangan) pedulikan aku.
Akupun belum selesai dengan diriku sendiri. Tapi aku berpikir tetap bisa menyelesaikannya walau ada atau bersama kamu.

Matahari kepada Bumi.
Aku tak ingin jadi Matahari, pun kamu bukan bumi. Yuk,Bersatu ?

Tujuan. Sekalipun aku pilihan, tolong jangan diungkapkan

Alasan. Alasan kenapa kamu mencintainya, jangan diungkapkan! Tunggu sampai nanti saatnya Halal.
Berpergianlah denganku. Kapan kamu mau menuliskan ini untukku ?

Pengembara. Aku bukan warung kopi, warung tegal atau bahkan spbu tempat kamu mengisi bahan bakar. Aku hanya, tempat tinggal

[Pangeran Ibunda Ratu]
Apa yang paling menakutkan bagi wanita ? Percaya tidak percaya adalah dicintai. Jawabannya mudah, ia adalah pesaing berat bagi Ibu dari orang yang mencintainya. Belum belum menjadi istri sudah harus dibandingkan dengan tingkat yang lebih tinggi, yaitu Ibu. Maka sebagai anak (lelaki), kamu harus bisa menjaga hubungan baik kedua orang ini. Kaamu jangan membandingkan keahlian Ibumu dengan orang yang kau cintai, karena jelas, dan perempuan itu tahu sekali, bahwa dia tidak ada apa apanya dibanding Ibumu. Maka, sebelum berani melangkah memasuki rumah kedua orang gua putri yang kau cinta, sepenuhnya tugasmu menyelesaikan persoalan tentang kekhawatiran² yang dipikirkan Ibumu. Karena jika kamu (saja) tak bisa menenangkan kekhawatiran Ibumu sendiri, bagaimana kamu bisa menenangkan perempuan lain? Jangan pernah datang kerumah yang kamu tuju betapapun engkau ingin. Karena ketika kau datangi rumah wanita baik-baik, tetangga akan ramai. Karena tak pernah ada tamu laki-laki untuk wanita ini.


apakah harus jatuh cinta dahulu ? (tolong) Perempuan jangan jatuh cinta dulu, bahkan pada yang datang. karena yang datang tak semuanya benar-benar akan tinggal. walaupun sebenarnya dia ingin.
Akhirnya ketika yang datang memutuskan untuk pergi, jangan pernah meletakan harapan pada tempat yang salah.
cukupkan saja pada kesan bahwa ia mengesankanmu untuk datang dan menghormatimu. Lalu, ketika dia memutuskan untuk pulang,sudahi. akhiri kesan itu.

apakah harus jatuh cinta dahulu ? Ketika Perempuan sudah jatuh cinta, pada yang pernah datang walau tak terlalu dalam. 
dan pada Akhirnya ketika yang datang memutuskan untuk pergi, jangan pernah terlalu dalam sampai ikatan halal.
cukupkan saja pada kesan bahwa ia mengesankanmu untuk datang dan menghormatimu.Lalu, ketika dia memutuskan untuk pulang,sudahi.(tolong) akhiri perasaan itu. 

aku, pengendara motor yang suka hujan2an aku suka membawa jas hujan dan cover shoes. 
aku ingin pulang, tapi dimana rumahku yang sebenarnya ?
apa benar bermodal payung dan jas hujan akan membawaku pulang ke tujuan?

yang pasti kamu sedang berteduh bukan ? karena kalaupun aku tahu kamu menyukai hujan, kamu tidak mau dibilang gila karena umur segitu bermain hujan-hujanan.
kamu memilih berteduh dan menikmati waktumu sendirian, sok sok an merenungkan hidup padahal pikiran kemana mana.
ah tidak, hanya ke satu mana dan orang yang kau perhatikan saat hujan.

terkadang terlambat tak pernah lebih baik dari tidak sama sekali. dan tak pernah bisa lebih baik , pada suatu , keadaan tertentu
seperti kamu, yang tak pernah datang. padahal dia jelas jelas menantimu, menantikanmu apa adanya, menyiapkan segenap hatinya untuk kamu jaga.
siap menerima kalau nanti harus berjuang bersama. selalu ada alasan kenapa kalian saling mencintai bukan ? jangan takut, pengecut!

tidak romantis lagi jika bulan dan bumi tidak tahu kenapa ada kalender hijriah dan masehi. ah, untung keduanya cocok.
dan tahu bahwa ilmu alam yang pernah dipelajarinya di sekolah dulu dapat menyenangkan istrinya. kamu tahu kan kenapa cerdas itu penting ?

para pencuri tidak pernah bertanggung jawab atas hidup orang-orang yang dicurinya.
para pencuri tidak akan mengkhawatirkan perasaan orang-orang yang telah dicurinya.
dan pencuri tidak pernah ketahuan mengambil barang curian
para pencuri juga tak mau menurut jika disuruh mengembalikan barang curiannya barang sebentar.
sekarang, kamu mau mencuri ayahnya juga?

aku pernah mendoakan sebuah nama ah banyak nama samapai suatu hari aku berhenti.
karena aku merasa tak seharusnya . apakah sekarang setelah membaca tulisan ini aku harus kembali mendoakannya? apa katamu ? karena ini sebuah kesempatan untuk merasakan bagaimana tulusnya berdoa untuk orang lain.

orang orang yang menjual agama di kereta ]
Saya seringkali cuek dengan keadaan sekitar apalagi orang lain. Bagi Saya memastikan pemahaman agama orang lain adalah tugas keluarga masing-masing.
apatis memang. tapi setidaknya itu yang saya lakukan. saya hanya berani membenahi cara beragama keluarga saya. Dan, kamu harus tahu, itu saja susah sekali.
mungkin karena saya kurang bersungguh sungguh. Saya sendiri tak pintar pintar dalam urusan agama.Seringkali khilaf, kalau orang lain itu bukan orang lain lagi, isnya Alloh aku peduli.

Aku sudah terbiasa sendiri. ]
Harus melakukan percobaan 154 kali gagal untuk tidak lagi sendiri ? se melelahkan itu ?

Kisah yang tersemat pada kamera tua ? ]
boleh aku bertemu Ibumu dan sekedar meminta penjelasan "kebahagiaan itu yang hakiki"?

Boneka ]
hai, namaku Larasati tidak pakai H seperti tokoh dalam cerita ini, tapi namaku jelas sama artinya. yang lurus hatinya.
Aku selalu suka ketika ada orang yang menceritakan kisah yang didalamnya ada namaku, dan tokoh itu baik. karena banyak cerita yang menamakan tokohnya dengan namaku, namun jahat.
Semoga Laras tidak apa-apa.
Semoga kelak, Laras tahu, bahwa ia memperjuangkan sesuatu, yang kadang akhirnya mungkin tak sesuai dengan apa yang ia rencanakan.
Semoga Laras mengerti sangat baik setiap takdir untuknya.

3. hujan
4. reda

Reviewnya segitu aja ya, soalnya biar kalian pingin tahu dan minat beli. Ralat, bukan review, entah apa, tapi ya Hujan Matahari emang sebegininya, maksudnya setiap orang kayak harus nerjemahin lagi maksud dan tujuan dari tulisan tersebut. Beberapa rekan guru, teman dan murid berhasil Saya racuni untuk ikutan beli buku ini. Haha. Dan emang beda beda nanggepinnya. Ada yang bilang " mana ada sih Nda yang kayak gini di dunia nyata, ke 'perfect'an. Saya pribadi suka sih, belajar dari cerita fiksi, makanya kadang kok hidup Saya kayak novel amat #loh. Mengutip dari Tere Liye, tingkatan menulis itu ada tiga, pertama menemani, naik satu tingkat, bermanfaat, naik satu tingkat lagi, menginspirasi. Nah, begitu juga dengan yang tingkatan pembaca kali ya, merasa hanya ditemani saja dengan tulisan itu atau dapat bemanfaat buat dia ambil nasihat²nya atau terakhir, apakah dia terinspirasi banyak hal dari cerita tersebut. Hujan matahari ? Saya milih jadi pembaca yang terinspirasi!

Rabu, 17 Desember 2014

Lapang dada

Bagaimana cara terbaik menceritakan kabar buruk ?
Kabar buruk tetap menpunyai efek buruk untuk si penerima. Mau kamu bercerita dengan sebaik apapun.
Bagaimana kalau yang ingin kita ceritakan adalah orang tua kita. Atau sebaliknya, ketika orang tua kita ingin menceritakan kabar buruk yang ada.
Bukankah semuanya terasa sulit untuk posisi masing masing.
Semoga cerita buruk yang ada tidak membuat kita diam satu sama lain.

Bahkan saat kamu ingin menyalahkan orang lain terhadap kabar buruk yang ada, jangaan. . . Jangan pernah menyalahkan siapapun atas keadaan yang tak kita suka.
Ketika memutuskan membenci nya malah membuat hatimu tak pernah tenang.
Maafkan.

Jumat, 12 Desember 2014

Ibu yang tak pernah kecewa

Bukan Saya (anaknya) yang hebat.
kalau kamu mendengar Ibu Saya bilang Saya, sebagai anaknya, belum pernah mengecewakannya, bukan Saya yang hebat.

Kamu tahu kenapa orang bisa kecewa ?
Iya, karena berharap.

Ibu (ku), adalah wanita yang tak pernah muluk muluk dalam berharap.
Merasa cukup dan bersyukur atas apa yang sudah anaknya capai. Jadi ketika kamu dengar Ibu (ku) bilang Saya tidak pernah mengecewakannya. sekali lagi, Bukan Saya yang hebat.
Ibulah yang hebat. Ibu yang selalu bersyukur.

Padahal bisa saja kenyataannya sebaliknya.
Saya anak yang buruk. Sulung yang buruk.

Ibu selalu bersyukur atas hal hal sederhana yang anaknya lakukan. Mau dari segi manapun, dia selalu membandingkan dengan yang lebih buruk dari keadaan yang dia hadapi.

Dulu, ketika Ibu jadi anak-anak, Ibu tak pernah dapat kasih sayang Ibu(nya Ibu) yang cukup, tau apa yang kami dapat ? Iya, kami tumbuh jadi anak yang tak sering dimarahi karena malas mencuci, menggosok, dan pekerjaan rumah lainnya¹. Bagi Ibu, biarlah kami belajar saja. Karena dulu, Ibu harus bekerja susah payah untuk sesuatu.
Padahal, harusnya Ibu kecewa pada kami dalam urusan ini, tapi tidak bagi Ibu kami. Salah ? Tak tahulah. Alasan Ibu hanya tak ingin anaknya sekarang se 'menderita' ibunya dahulu.
Awal Saya mengajar, di tempat yang jauh dari <s>Bumi</s> rumah, Dan saat semua orang protes kenapa Saya mengajar di sana. Ibu tak pernah protes, Ibu hanya bertanya , Laras capek ndak ? Gimana Di sana?

Saat gaji pertama, seorang anak lulusan S1 yang biasanya besar seperti yang dibanggakan wakil orang tua di acara wisuda Saya. Dan pada pada waktu itu, gaji saya jauh sekali dari kata bisa dibanggakan. Ibu Saya menerimanya sambil tersenyum dan bilang "alhamdulillah".
Padahal, banyak orang tua yang kecewa dan mengritisi pekerjaan anaknya. Dan (biasanya) membuat anaknya stress. Tapi tidak pada Ibu Saya.
Jadi, Sebenarnya banyak alasan yang bisa membuat Ibu Saya kecewa. Tapi, Ibu Saya memilih bersyukur. Mungkin.

Itulah salah satu sumber kebahagiaan Saya.
Ketika Saya tahu, bahwa Saya mungkin tidak sehebat S1 yang lain atau Anak sulung yang lain. tapi, memiliki Ibu yang tak pernah kecewa adalah sangat menenangkan.

Ada hal yang membuat Saya selalu ingin menangis mengingatnya.
Suatu pagi, ketika Saya mau berangkat mengajar.
" Ras tau gak, dulu Bapak kepingin anak pertamanya laki biar bisa didik adik²nya"
"Iya bu ? Terus? "
" iya ... kan perempuan, ternyata Laras juga bisa kan didik adik²nya... berarti kepinginan Bapak tercapai"
Sambil senyum bangga gitu.
(Padahal Sayanya dah mau nangis)
¹ itu dulu, sekarang udah jago nyuci, gosok sendiri kok. Gamau diremehin gitu.

"Tulisan ini disertakan dalam kegiatan Nulis Bareng Ibu. Tulisan lainnya dapat diakses di websitehttp://nulisbarengibu.com” 

Kamis, 20 November 2014

The Empty Promise

The Empty Promise


When obstacles halted my white intention
I asked rather to myself an option

Is this a sign for me to stop?
Or perhaps, breached every obstacle that pops up?

Not only once nor twice, but even more
Not only for being polite by opening the door
But also welcoming a hope I’ve been longed for

What is so wrong about waiting?
What is so wrong of having ourselves hoping?

This phase seemed so sadly laughable when I rewind
By the quiet voice of yours my heart twined

By facing you in a minute of time I felt shy
By this piece I send an end to you with a goodbye


Kamis, 13 November 2014

Tulisan Nasti : Amanda Larasati

AMANDA LARASATI. Aku  merasa beruntung bisa mengenal mu, putri sulung dari Bapak dan Ibu mu,Mba Yayas-nya Ranti, Bimo, Audrey. Gimana enggak beruntung bisa temenan deket sama seorang anak yang gak pernah ngecewain ibunya. Itu ibu mu sendiri yang bilang gtu kan Nda? Saya sih percaya ajah kamu gak bohong . Karna selama ini saya belom pernah merasa dibohongin kamuh, eh apa belom ketahuan yak?! Hahahha.. 

AMANDA LARASATI. Terima kasih atas pesan singkat mu dulu, meski terdengar ganjil tapi aku merasa pesan itu bagai gerbang kedekatan kita setahunan ini. Kamu ingat kan pesan singkat yang kamu kirim menjelang hari perniikahan sabahat terbaik mu Uwit. Gini “kak, kalo uwit nikah gw mainnya sama elu yak”. Aku selalu tersenyum geli mengingatnya. 

AMANDA LARASATI. Kamu mau tau apa pendapat ku tentang mu?. Aku yakin kamu akan menjawab iya,  kamu selalu ingint tahu. Tempe juga mungkin. hahaha. Gak lucu.

AMANDA LARASATI. Maaf yah, aku harus bicara jujur menilai mu. Jadi jangan tersinggung. Ah pasti tidak akan tersinggung, kamu pernah bilang sudah terbiasa dengan sikap sinis ku. Terima kasih. 

AMANDA LARASATI. Bagi ku kamu teman ku yang biasa biasa saja. Sungguh. Fisik, dari postur tubuh kamu tidak tinggi menjulang juga tidak rendah terbenam, biasa saja kan. Standart. Rata rata tubuh wanita Indonesia-lah. Wajah? Juga tidak cantik jelita dan juga tidak buruk rupa, biasa saja (hehehe). Mm..apalagi? Style, gaya pakaian. Apalagi ini. Semua orang bisa melihat pakaian mu biasa saja, tidak mengikuti mode terkini. Berjilbab, bergamis. Hijabers biasa yang memanjangkan jilbab ke seluruh tubuh.Bukan hijabers gaul yang melilit jilbab ke tubuh. Aku tidak salah kan menilai mu teman yang biasa saja? 

AMANDA LARASATI. Kamu perlu tau, meski kamu teman ku yang biasa biasa saja tapi justru karena hal yang biasa biasa saja itu yang membuat kita bisa berteman, dekat malah. Eh, iya kan kita teman dekat?! Hiihi.. iya ajalah yak, biar cepet. 

AMANDA LARASATI. Coba bayangkan kalo kamu adalah bukan orang yang biasa, kalau seandainya kamu adalah anak seorang presiden. Hmm.. yakin aku gak akan kenal kamu apalagi dekat. Atau, jikalaupun takdir tetap menjadikan kita adalah teman dekat. Pasti pertemanan kita tidak se-seru jika kamu jadi orang biasa saja. Jika kamu anak seorang presiden dan aku adalah teman dekatmu, apa mungkin kita bisa bebas bermain ke Kota Tua, berbonceng sepeda di jalan raya, menikmati senja sambil minum es potong, menonton atraksi debus yang norak, mengejar senja ke museum bahari dan pulang kemalaman?! Hahaha.. 

AMANDA LARASATI. Aku tidak bisa membayangkan jika kamu benar benar anak presiden, bagaimana urusannya jika aku main ke rumah mu? Apa harus melewati pintu gerbang yang berlapis? Yang disetiap pintunya akan ditanyai petugas keamanan? Apa aku harus selalu memakai sepatu? Apa aku harus melewati mesin pendeteksi bom? Aah, itu merepotkan sekali. Untunglah, kamu hanya orang biasa. Jadi urusan main ke rumah mu tidak rumit dan repot. Tinggal ketuk pintu, ucapkan salam 1-2 kali, ada yang menyahut, paling paling disuruh tunggu sebentar, langsung bisa masuk. Itu menyenangkan. Dengan gangguan kucing kucing kampung irian yang nakal, bermain ke rumah mu menjadi lebih hidup. Hahahaha..
 :
AMANDA LARASATI. Apa yang akan selalu jadi cerita cerita kita, jika kamu anak presiden? Hmm.. apa kita akan membahas tentang perpolitikan? Atau tentang keputusan Bapak Presiden, Bapak mu itu yang menaikan harga BBM? Atau kita akan membahas… bahas tentang apa? Entahlah, yang terbayang hanya kerumitan jika kamu benar benar anak presiden. Aku sungguh senang dengan mu yang biasa saja. Cerita kita, obrolan kita jadi lebih nyambung. Lebih bisa saling merasakan. Lebih bisa saling mendengarkan. 

AMANDA LARASATI. Sudah cukup. Aku tidak ingin membayangkan lagi jika kamu jadi anak presiden. Mengerikan. Aku tidak mau jadi teman mu kalo kamu jadi anak presiden. Aku hanya ingin jadi temanmu yang biasa biasa saja. Karna aku juga orang yang biasa saja, tidak tinggi tidak pendek, tidak cantik juga tidak jelek (yak an? Hee) dan juga tidak modis. 

AMANDA LARASATI. Kamu memang teman yang biasa saja jika dinilai dari luar, dari tampilan fisik, dari status social, tidak ada yang special. Tapi menjadi tidak biasa jika menilai mu dari kebaikan kebaikan mu. Kamu lah teman yang selalu aku tunggui ceritanya. Aku selalu senang dengan cara mu bercerita, rapih.Kamu sepertinya berbakat menjadi pendongeng. Serius.   Kamu lah teman ku yang bisa memahami kedalaman hati ku entah saat senang, sedih, atau gelisah, lebih dari saudara kandung ku sendiri. Aku merasakan itu dari sajak yang kau buat untuk ku. Terima kasih. 

AMANDA LARASATI. Sepertinya kau juga teman yang membuat ku menjadi orang yang tidak konsisten.  Karna aku harus meralat pernyataan ku bahwa kau teman ku yang biasa biasa saja. Ternyata kau bukan teman biasa biasa saja. Kau adalah teman terbaik yang menyenangkan.

ditulis oleh (Ka) Nasti Agustiani

Senin, 03 November 2014

Menjawab sebuah pertanyaan dalam perjalanan

mengambil judul yang sama dengan Resensi buku tereliye-nya Uwi tapi tulisan ini bukan tentang buku yang Uwi baca kok. dan lagi nggak minat juga buat review buku yang udah dibaca.

kamu, pernah mengadakan perjalanan dengan niat mencari jawaban ?

Bedakan antara mencari jawaban dengan pelarian!

Walaupun kalo ada soal di ujian : "sebutkan perbedaan antara pelarian dan mencari jawaban ?" Saya rasa guru yang meriksanya juga kerepotan, karena mereka punya kunci jawaban yang berbeda.

Saya nggak mau cerita tentang perjalanannya .
jadi, Saya nih yg pernah gitu melakukan perjalanan untuk mencari jawaban ?
cuma jawaban yang Saya dapet setelah melakukan perjalanan itu.

kadang, kita nggak perlu buat jawab berbagai macam pertanyaan yang ada saat kita mulai sesuatu,
seperti hal-hal yang memang belum tau, kita bakal sukses gak ? kita bakal berhasil nggak ?
semua itu, gak perlu dijawab, semua tinggal dijalani aja. iya, dijalani. dengan catetan, kita tau tujuan kita mau kemana ? buat apa ? fokus sama tujuan itu dan jalanin. karena akhirnya nanti kita akan sampai pada jawabannya sendiri. iya, sampai kalo terus dijalanin. kalo berenti di tengah ndak bakal sampe.

kalo tujuannya jelas. jalanin. (mengulang kata 'jalanin')
kalo berat, minta Alloh buat ringan-in.
kalo susah, minta Alloh buat mudah-in.

ayo! nggak usah banyak mikir...

udah ya!


p.s akhirnya Saya nulis lagi walau sedikit, sebenernya ada beberapa postingan di draft. tapi belum selesai berenti di jalan diselingi soal soal fisika buat UTS Sekolah, . iya, nanti juga selesai. kayaknya gara-gara saya semalem menulis semua perasaan Saya di notepad. ada kelegaan sedikit, tapi gaboleh ada yang baca itu, bahaya! itu sisi paling liar saya sepertinya. hehehe~
oiya dua bulan lagi ganti tahun.gitu aja.


Minggu, 27 Juli 2014

teman. berteman. pertemanan

Aku, sekali lagi, adalah orang yang tidak percaya bahwa ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan  itulah mengapa Islam melarang dengan ketat hubungan antar lawan jenis.
Well, Manda baca ini di salah satu tumblr orang, Manda pikir tulisan ini bakal berakhir sama dengan yang ada si pikiran Manda. Tapi enggak, dia malah ngomongin friendzone,
Jadi, tulisan Manda kali ini bakal ngangkat  kata kata yang Manda temuin di atas.
Ada diskusi yang Manda lakukan ke beberapa orang, Manda tanya : adakah pertemanan yang murni antara laki dg perempuan dan jawaban yang sangat Manda suka adalah
Tidak ada pertemanan laki laki dan perempuan tanpa dibisiki oleh syaitan.
Gak ah, biasa aja. Temen doang,masa sih ga boleh ? Cuma temen aja. Bisikin syaiton gimana ? Gue gak macem2 . Temeen.
Awalnya mungkin biasa aja fellas, tp coba deh cek lagi hatinya. Kalo belom banyak mungkin sedikit2 tumbuh dan suatu saat akan subur. Apa tujuan sebenarnya dari pertemanan antara laki laki dan perempuan. pernah denger pepatah . Eh pepatah apa apa ya namanya. Pokoknya gitulah, dari temen jadi demen. Yap! Kadang ketika kita anggap seseorang lawan jenis kita temen, kita bisa aja nanya, kabar dia ? Lagi sibuk apa ? Sakit ? Cepet sembuh ya ?! Ada yang mau dibantuin ? Udah malem,tidur, atau apalah ... share2 hal yg kalian suka.
mungkin ini terlihat biasa,(awalnya) . Tapi ketika kita lihat lagi, ada beberapa orang di luar sana yang mulai jatuh cinta dengan perhatian-perhatian kecil seperti di atas.
itulah mengapa Islam melarang dengan ketat hubungan antar lawan jenis.
Bukan, bukan karena Alloh mau nyusahin kita. Tapi Alloh tahu banget fitrah kita, jadi Alloh atur deh dalam dien ini. Islam.
Artinya jelas, perintah untuk tidak berdua-duaan dengan yang bukan mahrom¹nya adalah salah satu aturan Dien ini yang jadi solusi pertemanan laki-laki dan perempuan. Masalahnya kawan, dunia sudah semakin maju, sms,telpon,facebook,twitter,line,whatsapp adalah kesempatan kita buat bisa kapan aja berdua-duaan dengan yang bukan mahrom.

Apakah sulit dipahami, berduaan di sms/wasap/line itu sama kayak berkhalwat²?

Berapa banyak lagi suami istri yang harus berpisah karena suka sms an dengan wanita/laki-laki lain. Atau karena pertemuan lagi dengan teman2 lama di dunia maya.
Berapa banyak lagi, prinsip prinsip jaga pandangan yang sejak Sekolah dl kita jaga bersama, dilupakan bersama di facebook,twitter, atau grup wasap.

untuk yang single, berhentilah menebak nebak kalau mungkin dia yang jadi jodohmu kelak, lalu mencoba memaksakan jalan cerita. Saling message, mention, dll dll... Berhentilah, pinta langsung pada Rabbmu ...
Untuk yang double, bukan berarti kalian sudah aman dari fitnah ini, bukannya, malah kalianlah yang harus lebih berhati-hati, harusnya lebih cemburu tdhp pasanganmu.

Memang, berubah itu susah, dan yang paling susah dalam sebuah perubahan dalam hidup adalah berubah karena agama, soalnya kalo soal agama, kita pengen Alloh aja yang tau niat dan ketulusan itu melakukan perubahan tersebut, tapi ketika kamu berubah menjadi susah dihubungi/ mulai jarang jalin komunikasi thdp lawan jenis, kamu bingung kan menjelaskannya ke mereka, mau bilang takut dikatakan riya', mau ga bilang ujungnya salah paham.dari dulupun Kita sekolah bukan di sekolah khusus putra ataupun putri. Kita masih punya banyak teman lawan jenis disana. tapi percayalah, ketika kita niat baik, maka akan Alloh bantu. dan semakin sulit ngejalaninnya, semakin besar pahala yang didapet.
untuk hal-hal yang ada kepentingan dan memang mengharuskan komunikasi sama lawan jenis, ya silahkan tapi sebatas itu aja. Tetap dibatasi. tetap ingat ...
Tidak ada pertemanan laki laki dan perempuan tanpa dibisiki oleh syaitan. 

Tulisan ini bukan buat siapa-siapa, nasihat buat saya pribadi. Sepertinya sekarang sekarang ini saya suka lupa. Kenapa Saya berani nulis ini di sini. Padahal tidak semua orang sama. Karena paling yang main ke blog Saya,temen2 Saya yg kenal saya,jadi kalo Saya lupa, Saya bisa diingetin .

¹ semua orang yang haram dinikahi karena keturunan, sepersusuan atau pernikahan
² berdua-duaan

Senin, 26 Mei 2014

kalau wajib, lalu apa?

kemarin Ka Fani sempet cerita tentang temennya yang baru aja pakai Jilbab . ada satu kata temennya itu yang bikin gue mikir ...
" iya nih Fan, selama ini aku nganggepnya pakai jilbab itu pilihan, kalo pake ya pake kalo ndak pake ndak apa apa"
well, sebenernya gue langsung berasa kayak...
mungkin Kita mengganggap wah ilmu nya belum sampai loh kalau itu wajib.
tapi sebenernya banyak hal yang udah kita tau itu wajib, lalu apa ?
lalu kita jadikan itu pilihan dalam hidup kita.
iya gak ?
iya banget kan ?
BANYAK LOH HAL WAJIB DALAM HIDUP KITA YANG KITA TERIMA SEBAGAI PILIHAN.


kayak misalnya kita tahu kalo pakai jilbab(yang nutup dada, gak ketat, gak transparan, gak menyerupai lawan jenis,dll) itu wajib ..
tapi apa ? seakan akan ini semua masih pilihan aja gitu,
ah yang make jilbab begitu yang ilmunya udah tinggi yang begini yang udah ngerti dll dll

contoh lagi kayak kalo misalnya mau nikah, ada yang namanya ta'aruf . iya ta'aruf .
gue pernah denger sih, proses ta'aruf itu gak sembarangan. mesti ada yang namanya wasilah. siapa dia ?
bisa orang tua kita, atau seseorang yang kita hormatin dan percaya sama Beliau.
ketat banget loh ini . kalau mau berhubungan satu sama lain, ikhwan ke akhwat. akhwat ke ikhwan. mesti lewat wasilah.
gilak! ngerasa munafik gak sih , kalo kita yang dalam kehidupan sehari-hari seenaknya behaha hihi sama lawan jenis tapi sama calon suami lewat orang.

aduh ngomong apa sih gue?!
udah umur kali ya jadi kaitinnnya ke masalah nikah . ampuuun!


banyak sih contohnya, jadi gue sekarang agak parno sama kata-kata WAJIB
intinya gue sih jadi parno sama kata-kata wajib .
terumata masalah jilbab. jilbab yang syar''i .
okeh sebelum ke sana. gimana kalo gue curhat dulu awal gue pake jilbab.
jadi, gue pake jilbab itu janjian sama dua temen sd gue. Lita dan Anggi .dulu itu kita se geng. haha
kalo pulang sekolah pasti mainnya di masjid. liat beberapa orang pake jilbab dan ikutan. gue aja gak inget sih kelas berapa mulai pake.
entah kelas empat ato lima ?
kalo dulu fashion jilbab udah kayak sekarang, gue tuh trendsetternya haha
soalnya apa ?
gue itu dulu pake jilbab, roknya masih pendek pas sedengkul . tangan pendek sd taulah. dan gantinya kaos kaki gue tingginya sampe dengkul.
fashionable abis kan . HA HA

iya banyaklah godaannya , temen- temen gue yang mendadak buka jilbab pas kelas enam. dan gue sempet dulu bertekad, SMP buka jilbab.
ya gitu lah dulu semangat pake jilbabnya karena kebersamaan antar geng yang membuat janji di Masjid,
tapi pas SMP, gak berani buka jilbab, masih pake, tapi ya gitu, masih pake celana jeans model cutbray (ini dulu nge tren). kerudungannya gak nutupin dada.
di SMP, sholat gue masih bolong2 ...

entah kenapa, pas mau masuk SMA kepengen banget yang namanya masuk ROHIS, jadi pas kelas 3 smp gitu gue mempersiapkan diri gue jadi cewek baik, ngejaga sholat . dll

akhirnya masuk SMA 1 lah gue, SMAN 1 Budi Utomo . disinilah gue ngeliat kakak kakak Rohis yang kerudungannya panjang bener. pokoknya gue harus masuk ROHIS! tekad gue dari awal
masuk SMA. sering ikut acaranya, ngeliat mereka kok pake rok mulu, kerudung panjang, manset, kaos kaki,akhirnya gue dapet ilmunya dan ikutan .
kerudung dipanjangin, make rok mulu.
dan segala macamnya.

dan sekarang gue dapet ilmu gimana sih sebenernya jilbab syar'i itu ?
terus ?
gue berasa kayak,,,
parah ... gue anggep semua ini pilihan
padahal
ini kewajiban/
sekian/
kapan bisa berani sepanjang ini jilbabnya 
jujur sama Alloh, yang kita cari kebenaran apa pembenaran -catatan kajian-

Senin, 14 April 2014

Jerawat ini ...

Postingan kali ini bakalan full curhat. Gak bakal banyak manfaat ( emang yg dulu2 ada manfaatnya tulisan gue) Dan kalo mengandung unsur narsis, pembelaan dan apapun yang gue tulis dengan tujuan pembenaran harap dimaklumi.

Ini semua tentang muka gue dan jerawat.
Gue adalah akhwat (perempuan) yang tinggal di kemayoran dan ngajar di Bekasi. Selalu pulang pergi dengan motor beat yang warnanya nggak matching dan jarang dicuci. Gue orangnya cuek banget, dan inilah yg bikin gue jerawatan. Gue males pake masker kalo naik motor dan kalo pulang ngajar sampe malem, seringnya lupa cuci muka dan tidur.

Mungkin karena gue dulunya emang mulus banget (Nah! Ini narsis)  banyak org yg notice jerawat² di muka gue yang bikin  gak mulus lagi.

Dan kalian harus tau gimana komen² menyedihkan yang gue terima.#Lebay
Komen yg awalnya gue cuek cuek aja trus jadi gak tahan akhirnya ...

Vivi (temen sebangku pas SMA ): " Manda dulu mukanya mulus kan ya ?" ( iya sekarang udah enggak)

Sarah: "Nda, lo mukanya dirawat kek, belom nikah juga, tar gak laku"
( masih cuek, karena mikirnya bukan cantik yang membuat cinta tapi cinta yang buat cantik #eeeaaaa )

Zian : "Manda kok sekarang jerawatan sih, cuci muka dong,sinii gue beliin sabun muka" (kesannya ya gue gak mampu apa nih anak,haha *nangis*)

Itu dari beberapa temen² , yang lebih menyedihkan datang dari keluarga .

Bapak : " Ras, mukanya rusak gitu sih" (bahasanya Pak, rusaak)

Ibu : " Laras stress mikirin apa sih ? Jadi jerawatan gitu?"// kalo pas bangunin, kadang Ibu gue udah ada aja gitu di depan muka gue memandang gue "ras, itu merah-merah gitu jerawatnya"

Ranti : " AAA UGLY! AAA MONSTER" (emang dia ini adik durhaka)

Bimo : " mba yayas ngapain sih nyari2 obat jerawat, udahlah apa adanya aja" (dia gak paham jadi wanita)

Audrey : " Mba Yayas cakepnya dari jauh doang"// " untung mba yayas mukanya gak jelek² banget, kalo jelek gimana, udah jelek, jerawatan ... " ( dia selalu mengucapkan hal hal ini di waktu yang tak terduga)

Om gue, lagi mau berangkat ngajar siang², orang sunda, namanya Om Epi, mane ngomongnya kenceng² lagi.
: " Ras muka kenapa begitu, kena debu tuh lo,kejauhan sih lo ngajar di Bekasi ckckck Ras ... Ras ..." dan tetangga2 segang memandang muka gue. gue di interogasi tetangga se gang.

Aida (sepupu) : "mba Laras mukanya alergi ? " (JERAWAT INI)

Tetangga dari jauh pas gue mau lewat senyum , pas udah deket .. " Ras kok sekarang jerawat sih Ras , dulu cantik sekarang jerawatan jelek" (iya. Iya)

Tetangga : " Si Laras jerawatan sih ? Jatuh cinta ya ? Kalo cinta jangan di tahan... " (emang iya kalo gak ditahan gak jerawatan?// loh lo nahan jatuh cinta?// enggak #eh)

Dan yaudah, dari bulan Januari kemaren gue coba ganti sabun muka, dll dll tapi belom ada yg cocok malah sekarang ke jidat segala. Kayaknya bakal ke dokter. Tapi bulan depan,insya Alloh, bulan ini lagi ngirit.

Udah cukup curhatnya, pengen ketawain komentar komentar yang pernah dateng aja, walau kadang periih daripada di tahan jerawat gue tambah banyak lagi..ha ha ha

jadi inget, ada temen yang niat jodohin bilang :" (Ikhwan) nyari(akhwat) yang baik, cantiiik kayak Manda gitu deeh" (IYA BENER, dia terakhir ketemu gue beberapa tahun yang lalu . )
catet, Kalo (kamu) nyari yang Cantik,bukan aku berarti ya ...

ini tujuan tulisannya kemana sebenernya ? He he he ...

Udah ah, cuci muka sebelum tidur. *Triing*

Kamis, 27 Maret 2014

Review Book : Rantau 1 Muara

Bismillah,Bang!

rasanya kurang satu, kalo gue nggak bahas buku akhir dari triloginya Bang Alif Fikri Ahmad Fuadi ini.
karena sebelumnnya gue udah pernah review juga buku Negeri 5 Menara sama Ranah 3 Warna .
Akhirnya buku ini keluar juga, ada urutan angka lima, tiga,satu. khas- nya lagi tiap buku itu punya mantra , eh boleh bilang mantra ndak ya nanti salah lagi. iya. kalo di buku
Negeri 5 menara :  Man Jadda Wa Jada
Ranah 3 Warna : Man Shabaro dzahiro
Rantau 1 Muara : Man Saara ala Darbi washala

di buku ini , diceritain setelah Alif lulus kuliah dan mencari kerja. Alif yang jurusan kuliahnya adalah komunikasi, mengalami kesulitan ketika harus mencari kerja sesuai jurusannya.
Sementara itu,
Arai teman sekaligus saingannya sudah di terima sebagai pilot di salah satu penerbangan indonesia. ia ingat betul,Randai orang dari dulu memang sudah fokus pada tujuan menjadi pilot, sedang dia, masuk jurusan ekonomi, tapi sejak sma malah ikut eskul jurnalis.
Akhirnya ia memutuskan, bahwa itulah yang dia lakukan sejak dulu,
menjadi jurnalis.
kisah cinta, hehe . mungkin emang udah umur juga. lah akhirnya disini cerita dimulai !
kisah cintanya Alif, yang berakhir di pelaminan.
seorang wanita yang bekerja satu tempat dengannya .
gimana akhir ceritanya? ketika Alif mengejar S2 dan juga menginginkan diri menikahi gadis yang ia rasa tepat untuknya dan kemanakah Alif bermuara ?

*maaf ya reviewnya kurang banyak ini nemu di draft blog dan belum kelar, pas mau ngelarin, lupa ... bacanya juga udah lama ...*

Kasih Ibu sepanjang jalan...

denger cerita dari siti nurrohmah |saudara saya 21 tahun :D

fenomena tukang ngamen yang kalo minta duit ke penumpang selalu maksa , pasti bikin gerah penumpang yang emang ndak mau ngasih ke pengamen lebih mirip ke preman tersebut.
jadi waktu itu di bus kota saksi mata- sodara saya- sedang duduk dengan ibu-ibu. Ibu -ibu ini bersama putranya yang duduk di sebrang bangku ibu-bu tersebut.

tibalah saat pengamen meminta dengan paksa seluruh penumpang .. sampai akhirnya si pengamen ini memaksa Anak Ibu tadi yang memang sudah "mas mas" ...
Pengamen: "mas .. buat makan mas, mas .. mas ... bla bla bla bla ..."
terus aja tuh pengamen maksa 
sampai si Ibu anak itu bilang ke pengamen 
"MAS ...JANGAN DI PAKSA ANAK SAYA BELOM DAPET KERJA ITU ! "
pengamen lesu : " iya bu iya bu ... nggak bu "
akhirnya si pengamen meminta receh ke belakang pun tanpa memaksa :D
LOL 

*lagi buka buka fb ketemu tulisan ini yang ternyata belum ke publish* 
lucu juga