Selasa, 21 Mei 2013

pernahkah kau merasa ?

mendadak inget lirik lagu ya ?
ih ... ndak boleh nyanyi , suaramu jelek.

temen gue ada yang pernah nanya ama gue :
" lo pernah ndak ngerasa nggak bahagia Nda ?"
sesaat pas ditanya gitu, gue diem.
bukan nggak pernah.
bukan nggak tau jawabannya.

tapi gue pun belum pernah bertanya ama diri gue,
apakah lo bahagia Nda ? apa lo lagi ndak bahagia Nda?

esensi dari bahagia sendiri gue ndak bisa ngartiin.

waktu itu, ketika gue udah lebih dari seminggu nggak maen sama adik-adik gue.
gue kebayang lagi bercanda sama mereka. tapi yang gue dapati gue lagi sendirian
"yap! gue gak bahagia sekarang!"
setelah berpikir ulang.
gue nggak se enggak bahagia itu kok.
gue masih bisa ketawa-ketawa browsing, what's app an dll...
ketika itu .

dalam setiap keadaan, kita bisa ngerasa bahagia dan nggak bahagia sekaligus.
kita bisa bahagia pada satu hal dan gak bahagia pada hal yang lain.
jadi sebenernya ...
ngapain gue ngomong beginian dong, kalo bahagia atau nggak bahagia tidak terlalu penting ?

ya,
kayak gue bahagia sekali memiliki Bapak dan Ibu seperti mereka, gue juga tidak bahagia dengan beberapa sikap yang ada pada mereka .
gue juga bahagia memiliki adik-adik yang sampai saat ini masih mengakui gue sebagai kakak pertama mereka. tapi di lain hal gue juga gak sepenuhnya bahagia dengan keadaan mereka yang belum terlalu gue perjuagkan,

dan terakhir.
gue bahagia kok kalo sahabat gue mau nikah, terlalu bahagia.(ini serius)
tapi gue nggak bahagia, ngebayangin dia bakal tidak memprioritaskan sama sekali main sama gue lagi.
gak bahagia kalo dia ndak bisa boncengan motor ke kajian bareng gue lagi,
entah bahagia atau tidak nanti ketika dia bakal bilang :
" maaf ya Nda, soalnya suamiku..."

tapi!apalah arti ketidak-bahagiaan ketidak bahagiaan yang kecil ini dibandingkan dengan separuh agamamu kawan ...

semangat jadi panitia lagi!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar