Langsung ke konten utama

Postingan

Surat untuk Ramadan

Hai Ramadan. ini udah ke dua puluh sembilan kali pertemuan kita, bahkan pas aku lahir, aku disambut sama kamu Ramadan. Alhamdulillah Alloh masih kasih kesempatan aku buat ketemu kamu,tahun ini. semoga sampai akhir. oh iya Ramadan, selama kamu ndak ada, aku jarang inget kamu, maaf ya. aku disibukan sama dunia. Aku sekarang udah jadi Ibu, amazing ya. kadang aku juga ndak sadar udah di titik ini. Jadi istri orang dan ibu dari orang. Nah, untuk hal-hal yang dekat di sekitar aku aja kadang aku lupa gitu, aduh apalagi ingat kamu yang ndak deket sama sekali. aku kurang meresapi semuanya Ramadan. Padahal kemarin kata Ustadz, ada yang ninggalin pekerjaan untuk sungguh-sungguh buat ketemu kamu Ramadan. Bukan untuk menyarankan orang buat ninggalin pekerjaan tapi untuk aku tahu kalau ternyata ada pesaing aku yang se-gitunya sama kamu,Ramadan. aku lagi pingin ikutan challenge menulis selama tiga puluh hari di bulan Ramadan. Tapi aku lupa gimana cara pasang banner di blog ini,hhe. ...

#1

Kalo Banyaknya platform menulis macam tumblr, wattpad, caption instagram (hehe), bikin Saya pribadi yang jarang nulis ini menjadi lupa sama blog Saya. Blogging mulai ditinggalkan, setidaknya oleh Saya. Karena mungkin platform lain lebih menyajikan banyak kemudahan. Seorang Ibu Muda seperti Saya boleh ngomong gue ndak sih. Hehe Gue merasa apa ya. Kayak it's already februari and 2019 aja gitu. Perasaan dulu pas nulis disini ya tulisan menye2 dengan kegalauan anak kuliah. Dan sekarang aku menulis ini sambil diganggu makhluk kecil berumur dua. (mendadak aku ngomongnya pas ngomongin anak) Tua. Akhirnya aku akan tua.

Mbah Putri

Alhamdulillah Alloh masih mengijinkan dua mbah putri Saya masih hidup sampai hari ini. Sebaliknya, kali ini Saya akan menceritakan tentang mbah Saya yang sudah 'pulang'. Ibu Saya memiliki dua Bapak, yaitu Mbah Ndut dan Mbah Jawa. Mbah Ndut Atau biasa kami, cucunya, panggil Mbah Marto sudah berpulang 11 November 2017 lalu. Saat itu Saya belum menjenguknya ketika Mbah sadar. Padahal Ibu sudah bilang kalau mbah panggil nama Laras. Saya menjenguknya di hari ketika beliau berpulang. Hari itu Saya masuk ke dalam ruang ICU dan melihat mbah dengan segala kabel yang menempel pada tubuhnya. Cahaya pada monitornya berkedip-kedip sambil mengeluarkan suara yang teratur bip bip bip bip. Suasana sudah tegang, Om Santo, anak laki mbah sudah membaca ayat alqur'an sambil menahan tangis. Saya bilang 'lailahailallah' di dekat mbah tapi dilarang oleh adik mbah. "Jangan (lailahailallah) " lalu beliau berucap "Alloh" ke telinga mbah Saya. Lalu adik mbah tersebut men...

Cerita Kelahiran #2

Selesai jalan pagi, perut terasa kencang setiap sepuluh menit, namun Saya tidak tahu apakah itu kontraksi atau bukan. Yang Saya dengar sebelumnya, kontraksi itu nyerinya sepuluh kali lipat dari nyeri menstruasi. Pada saat itu, Saya tidak merasa nyeri. Sampai Ibu Saya bilang " mules masa ndak tau sih Ras?!" Karena Saya melulu bertanya apa yang Saya alami ini apakah kontraksi? Menjelang jam 10, Ibu menanyakan pada adiknya, Lele Saya, untuk melihat apakah Laras (baca:Saya) apakah ada tanda-tanda akan melahirkan. Lele Saya mengiyakan kalau Saya sudah kontraksi. Yang Saya pikirkan kalau melahirkan harus punya banyak tenaga, jadi Saya bilang Ibu, untuk ke puskemasnya setelah dzuhur saja. Setelah Saya sholat dan makan, Saya diantar Ibu dengan mengendarai sepeda motor ke puskesmas. Apakah sakit ? Masih terasa kencang saja. Pukul 13.30 sampai di Puskesmas, seperti biasa, Ibu disuruh mendaftar dahulu, sedang Saya dipersilahkan ke dalam ruang pemeriksaan. Selesai mendaftar, Saya dil...

Cerita Kelahiran #1

Kalau boleh menyebutkan satu hari terbaik yang Saya punya, jawabannya adalah tiga belas oktober dua ribu enam belas. Ini adalah hari pertama Saya menemuinya. Sedekat-dekatnya. Ini adalah kelahiran anak pertama Saya, Mu'adz Abdul Hamid. Biarkan kali ini Saya menceritakan hari itu. Proses persalinan yang menemukan Saya pada hal-hal yang baru pertama kali itu Saya rasakan. Meleset dari perkiraan lahir yang jatuh pada tanggal 11 Oktober 2016 mengantarkan Saya pada kekhawatiran yang banyak. Bagaimana nanti kalau harus caesar? Kalau harus di rujuk ke Rumah Sakit dan di induksi? Dari kehamilan 36 minggu, Saya sudah tinggal di rumah Ibu dan harus LDR sama suami. Pemeriksaan dilakukan setiap pekan di Puskesmas. Pada umur kehamilan 36 minggu, janin Saya dibilang sumsang, yang artinya ada kemungkinan harus Caesar. Petugas Puskesmas menyarankan untuk lebih pastinya harus USG. Akhirnya Saya mengikuti sarannya dan alhamdulillah ternyata Bayi Saya sudah dalam posisi yang benar. Untuk...

Perihal namamu

Mu'adz Abdul Hamid Terinspirasi dari Mu'adz bin Jabal, maka nama Mu'adz ibu pilih untuk namamu, nang(baca : lanang). Sejujurnya Ibu tidak tahu betul, biografi & perjalanan hidup Mu'adz bin Jabal ini. Tapi ada satu hadits, Ibu masih ingat betapa ibu begetar membaca salah satu hadits yang diriwayatkan sendiri oleh Mu'adz bin Jabal ini.  Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah mengandeng tangannya lalu bersabda: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏« ﻳَﺎ ﻣُﻌَﺎﺫُ , ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺄُﺣِﺒُّﻚَ , ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺇِﻧِّﻲ ...

Manda Berbadan dua

Lanjut sequel tulisan Manda nih ... Setelah tulisan gimana kalo Manda ada dua ? Trus dilanjut sama tulisan Manda udah berdua... Lanjutannya adalah Manda berbadan dua Alhamdulillahiladzi  binimati tatimusholihat ... Ketika bulan februari lalu Saya telat datang bulan, tapi masih belum test pack karena nunggu tanggal 15 Februari biar di pas pas in aja sama 15 November tanggal nikah, maksa ya ... karena gak sabar akhirnya test tanggal 13 Februari. Dan Alhamdulillah ... test packnya menunjukkan garis dua merah. Kira-kira kalau dihitung dari HPTP, umur janin udah 1 bulan.   Dan yang mecengangkan adalah akhir januari, Saya sama suami sempet naik gunung untuk pertama kalinya berdua (ada yang laen sih). Di gunung sana, Saya sempet muntah-muntah karena cuaca lagi ujan tak pikir masuk angin aja. Oalah untung dedek kuaat ... dan sepekan sebelum naik gunung, saya dan suami juga adek Saya naik sepeda dari kemayoran ke Senayan doong, rumah Saya kemayoraan. Tapi Alhamdulillah masih ...