Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label agakSerius

Menikah,

Menikah, dinikahi olehmu ternyata ada hal yang harus aku lakukan, maaf bukan keharusan tapi secara sadar atau tidak aku melakukannya. Lima kali dalam sehari, jumlah minimal yang biasa terjadi karenamu tiap harinya. Aku sangat senang di waktu lima kali ini. menuliskannya pun rasa-rasanya agak sulit. Mungkin ini konsekuensi menikahi lelaki sholeh sepertimu. konsekuensi yang menyenangkan. Aku minimal jatuh cinta lima kali sehari padamu , yaitu pada waktu-waktu sholat. Aku jatuh cinta pada caramu bangun dari tidur, duduk atau hal - hal lain ketika kamu mendengar Adzan. Atau pada saat di tempat yang tidak terdengar Adzan, kamu akan membuka situs yang berisi waktu-waktu sholat. Aku jatuh cinta pada caramu mengganti baju kaos yang biasa kamu pakai di rumah bahkan kadang ke warung atau kemanalah tapi kamu ganti dengan koko dan atau kemeja. biasanya, kalau rambutmu sedang acak-acakan kamu akan menggunakan peci. Aku jatuh cinta pada wangi yang kamu semprotkan ketika hendak berangkat ke ...

Yang terbaik adalah Ibu

Terima Kasih untuk sepakat denganku dengan judul diatas. Dengan campuran perasaan yang bergemuruh Saya ingin sekali menuliskan ini. Menjalankan apa yang menurut Kita penting dan harus adalah sesuatu yang terkadang menakutkan bagi Kita, terlebih ketika Orang orang terdekat kita seperti Orang Tua, Kakak atau adik tidak sama dengan kita. Banyak hal diluar sana yang membuat kita paham tentang beberapa kebenaran lain yang tidak ada di dalam rumah. Dan, Guys, Here I am. Menjadi anggota Rohis ketika bersekolah di SMA, dan memutuskan untuk tidak hanya menjadi "islam" yang tertulis di KTP adalah perjuangan. Beberapa nilai yang dianggap tidak sewajarnya pada masyarakat, membuat Kita merasa harus berjuang mejalankan nilai-nilai tersebut, sebut saja dengan memakai rok, memanjangkan jilbab, memakai kaos kaki, tentu maksud saya sebagai muslimah. Hal lain seperti aturan berkomunikasi dengan lawan jenis, tidak menyentuh yang bukan mahrom, tidak memandang lama-lama lawan bicara yang ber...

Lahir di Bulan Ramadhan

Ketika berbicara soal Ramadhan, maka terlalu banyak pilihan cerita yang harus aku ceritakan. Bukankah semua sepakat bahwa terlalu banyak cinta ketika ramadhan, ketika pahala disajikan berlipat-lipat dibanding bulan lainnya. Ketika berbuat amal sholeh dipermudah karena gembongnya syaiton diikat sekaligus Alloh sediakan balasan yang begitu banyak. Alloh memang Ar-rohim ... Bukan terlalu penyayang tapi Maha penyayang. Kalian tahu bahwa kata "terlalu" jauh amat kecil dibandingkan "Maha" . Salah Satu kenapa Ramadhan spesial adalah Aku lahir di bulan ini. hehe. Iya,kata Ibu, aku lahir di bulan ramadhan. Nama Amanda diambil dari kata Ramadhan. Darimananya ? Ramadan ->Ramanda -> Amanda . begitu katanya nama aku bertransformasi. (maaf kalau maksa) Tidak ada hadits ataupun ayat qur'an yang menyebutkan bahwa anak yang lahir di bulan Ramadhan akan menjadi anak yang sholih ataupun sholihah. Tapi, Aku  selalu merasa tersanjung mengingat bagaimana perasaan Ibu ...

Laras pengen Umroh

DOR! denger ya semuanya, kali ini Manda bakal ngumumin satu mimpi Manda , ini serius . Saya, Amanda Larasati, berjanji sama diri sendiri bakal berusaha (nabung, nyiapin apa-apa) untuk bisa UMROH (maksimal th.) 2015 . Ini persis kayak kepengennya Alif ke Amerika di buku Negeri 5 Menara, walaupun dia gak (mungkin belum) tau caranya . Tapi akhirnya dia berhasil. Ya ya ya ... Walaupun Manda gatau uangnya bakal kekumpul gak taun segitu. Tapi Manda bakal berusaha! Yeaaah! Bi'idznillah ... Walaupun Manda gatau apa aja yang mesti disiapin, Manda bakal nyari tau mulai dari hari ini. Karena, dulu, umroh tuh Manda pikir cuma buat orang yang mampu aja, yang rumahnya ada garasi mobil, gak di gang kayak Manda. pembaca yang baik, boleh banget loh di share . Apa aja yang kalian tau tentang umroh yang mungkin bisa (banget) ngewujudin mimpi Manda yg satu ini. Aisyah bertanya : Wahai Rasulullah , adakah kewajiban jihad bagi wanita ? Beliau menjawab : “ Bagi mereka ada KEWAJIBAN JI...

Bersemilah Ramadhan

(posting kali ini bakal serius banget loh, siap-siap!) Seorang ulama yang pernah menjabat sebagai ketua Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts wal Ifta’ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) yaitu Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz : Aku tidak mengetahui ada amalan tertentu untuk menyambut bulan Ramadhan selain seorang muslim menyambutnya dengan bergembira, senang dan penuh suka cita serta bersyukur kepada Allah karena sudah berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. ”Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan , dan menunaikan haji ke Baitullah.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 8 dalam Al Iman, Bab “Islam dibangun atas lima perkara”, dan Muslim no. 16 dalam Al Imam, Bab  “Rukun-rukun Islam”) Alhamdulillah nih kalo beneran sampe ketemu Ramadhan tahun ini. jangan mau di sia-siain begitu aja , jadi posting kali ini Manda mau ...

pernahkah kau merasa ?

mendadak inget lirik lagu ya ? ih ... ndak boleh nyanyi , suaramu jelek. temen gue ada yang pernah nanya ama gue : " lo pernah ndak ngerasa nggak bahagia Nda ?" sesaat pas ditanya gitu, gue diem. bukan nggak pernah. bukan nggak tau jawabannya. tapi gue pun belum pernah bertanya ama diri gue, apakah lo bahagia Nda ? apa lo lagi ndak bahagia Nda? esensi dari bahagia sendiri gue ndak bisa ngartiin. waktu itu, ketika gue udah lebih dari seminggu nggak maen sama adik-adik gue. gue kebayang lagi bercanda sama mereka. tapi yang gue dapati gue lagi sendirian "yap! gue gak bahagia sekarang!" setelah berpikir ulang. gue nggak se enggak bahagia itu kok. gue masih bisa ketawa-ketawa browsing, what's app an dll... ketika itu . dalam setiap keadaan, kita bisa ngerasa bahagia dan nggak bahagia sekaligus. kita bisa bahagia pada satu hal dan gak bahagia pada hal yang lain. jadi sebenernya ... ngapain gue ngomong beginian dong, kalo bahagia atau nggak bah...

Hidup, menunda kematian

aku, kamu, dia terus berjalan ? sampai kapan ? aku, kamu, dia pernah tertegun lalu termenung ? sebentar saja ? menarik nafas panjang dan menahannya... serakah menghembuskannya kasar. sebentar mengingat, lalu melupakannya ... bersama ... kita ? lalu, kita ... tertawa sepuasnya, menangis sepuasnya, marah seenaknya, dan bahagia selamanya seperti semua akan baik-baik saja. ketika semua bertanya kenapa aku ? maka lebih baik kamu (baca: kita) menyiapkan bekal ketika semua bertanya apa artinya ? maka lebih baik kamu (baca: kita) kembali mengingat tujuan suatu yang tertunda, akan datang ... itu pasti! Bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam masuk menemui mereka sementara itu Abbas, paman Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sedang mengeluh, diapun berharap segera mati kemudian Rasulullah shallallahu’alai wasallam berkata, ‘Wahai Pamanku! Janganlah engkau mengharap kematian. Karena sesungguhnya jika engkau adalah orang yang memiliki banya...

Lanjutan twit kemarin malam ...

Semalem tiba-tiba ada yang bilang gini ke gue. "Nanti kalo ana mati, anti ikut sholatin ana ya?" HAH? KAGET KAN... biasanya kata-kata semacem ini terjadi ketika ada orang di sekeliling kita yang meninggal. Tapi sebenernya mau sekaget apa juga. Kalian pasti setuju dan pengen banget nyampein pesen itu ke semua temen kita. Temen. Gak temen aja sih keluarga juga. Masalahnya,  temen ato keluarga kita tau ndak cara sholat jenazah? Nah, nanti sholatinnya gmn kalo ndak tahu ? kita sendiri tau nggak, gmn caranya? Cari tau deh ilmunya trus kasih tau ke keluarga kita  karena nanti ketika kita yang meninggal. Apakah kita bisa ngajarin mereka. Kan ndak? Kalo udah meninggal, terus misalnya yang ngerti kita doang, sedangkan orang di keluarga kita gak ada yang tau sama sekali gimana ngurus jenazah dengan benar, yang sesuai dengan qur'an dan sunnah sesuai pemahaman sahabat, trus nanti siapa yang bakal ngurus kita coba. Kalo diurus dengan cara yang kita udah tau kebenarannya. Emang...

Harga sebuah Hari Sabtu & Ahad

Memang, terlalu pagi untuk membicarakan hal-hal yang kurang menyenangkan. Hanya,bagiku, terlalu pagi berada disini sungguh menyenangkan juga jarang.  Bolehkah sekedar lebih lama tinggal. Kalian,muridku...  sudahkah terlalu sering terganggu tidurnya oleh suaraku ? Jadi, biarkan kali ini aku mengganggu tidur adik-adikku. Aku, berkali-kali memuji dalam hati melihat kalian, maka sekali-kali ketika sempat melihat adik-adikku, hatiku juga ingin memuji mereka. Berapa kali sudah aku mendengar keluhan kalian tentang pelajaran ini itu, bahkan pelajaran yang aku ajarkan, ah, adikku juga suka begitu ketika kuajarkan! dulu! Terlalu seringkah kalian mendengar cerita tentang adik-adikku yang membuat kita tertawa bersama. Jadi,bolehkah sesempatnya saja , aku menceritakan kalian ke adikku. Diantara sesaknya hari senin sampai jum'at, semoga aku masih memiliki sabtu ahad yang menyenangkan. bersama mereka, adik-adikku. Jadi, ketika nanti sabtu ahadku dirusak, hal-hal menyenangkan inilah ya...