Langsung ke konten utama

Postingan

Mbah Putri

Alhamdulillah Alloh masih mengijinkan dua mbah putri Saya masih hidup sampai hari ini. Sebaliknya, kali ini Saya akan menceritakan tentang mbah Saya yang sudah 'pulang'. Ibu Saya memiliki dua Bapak, yaitu Mbah Ndut dan Mbah Jawa. Mbah Ndut Atau biasa kami, cucunya, panggil Mbah Marto sudah berpulang 11 November 2017 lalu. Saat itu Saya belum menjenguknya ketika Mbah sadar. Padahal Ibu sudah bilang kalau mbah panggil nama Laras. Saya menjenguknya di hari ketika beliau berpulang. Hari itu Saya masuk ke dalam ruang ICU dan melihat mbah dengan segala kabel yang menempel pada tubuhnya. Cahaya pada monitornya berkedip-kedip sambil mengeluarkan suara yang teratur bip bip bip bip. Suasana sudah tegang, Om Santo, anak laki mbah sudah membaca ayat alqur'an sambil menahan tangis. Saya bilang 'lailahailallah' di dekat mbah tapi dilarang oleh adik mbah. "Jangan (lailahailallah) " lalu beliau berucap "Alloh" ke telinga mbah Saya. Lalu adik mbah tersebut men...

Cerita Kelahiran #2

Selesai jalan pagi, perut terasa kencang setiap sepuluh menit, namun Saya tidak tahu apakah itu kontraksi atau bukan. Yang Saya dengar sebelumnya, kontraksi itu nyerinya sepuluh kali lipat dari nyeri menstruasi. Pada saat itu, Saya tidak merasa nyeri. Sampai Ibu Saya bilang " mules masa ndak tau sih Ras?!" Karena Saya melulu bertanya apa yang Saya alami ini apakah kontraksi? Menjelang jam 10, Ibu menanyakan pada adiknya, Lele Saya, untuk melihat apakah Laras (baca:Saya) apakah ada tanda-tanda akan melahirkan. Lele Saya mengiyakan kalau Saya sudah kontraksi. Yang Saya pikirkan kalau melahirkan harus punya banyak tenaga, jadi Saya bilang Ibu, untuk ke puskemasnya setelah dzuhur saja. Setelah Saya sholat dan makan, Saya diantar Ibu dengan mengendarai sepeda motor ke puskesmas. Apakah sakit ? Masih terasa kencang saja. Pukul 13.30 sampai di Puskesmas, seperti biasa, Ibu disuruh mendaftar dahulu, sedang Saya dipersilahkan ke dalam ruang pemeriksaan. Selesai mendaftar, Saya dil...

Cerita Kelahiran #1

Kalau boleh menyebutkan satu hari terbaik yang Saya punya, jawabannya adalah tiga belas oktober dua ribu enam belas. Ini adalah hari pertama Saya menemuinya. Sedekat-dekatnya. Ini adalah kelahiran anak pertama Saya, Mu'adz Abdul Hamid. Biarkan kali ini Saya menceritakan hari itu. Proses persalinan yang menemukan Saya pada hal-hal yang baru pertama kali itu Saya rasakan. Meleset dari perkiraan lahir yang jatuh pada tanggal 11 Oktober 2016 mengantarkan Saya pada kekhawatiran yang banyak. Bagaimana nanti kalau harus caesar? Kalau harus di rujuk ke Rumah Sakit dan di induksi? Dari kehamilan 36 minggu, Saya sudah tinggal di rumah Ibu dan harus LDR sama suami. Pemeriksaan dilakukan setiap pekan di Puskesmas. Pada umur kehamilan 36 minggu, janin Saya dibilang sumsang, yang artinya ada kemungkinan harus Caesar. Petugas Puskesmas menyarankan untuk lebih pastinya harus USG. Akhirnya Saya mengikuti sarannya dan alhamdulillah ternyata Bayi Saya sudah dalam posisi yang benar. Untuk...

Perihal namamu

Mu'adz Abdul Hamid Terinspirasi dari Mu'adz bin Jabal, maka nama Mu'adz ibu pilih untuk namamu, nang(baca : lanang). Sejujurnya Ibu tidak tahu betul, biografi & perjalanan hidup Mu'adz bin Jabal ini. Tapi ada satu hadits, Ibu masih ingat betapa ibu begetar membaca salah satu hadits yang diriwayatkan sendiri oleh Mu'adz bin Jabal ini.  Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam pernah mengandeng tangannya lalu bersabda: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏« ﻳَﺎ ﻣُﻌَﺎﺫُ , ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺄُﺣِﺒُّﻚَ , ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺇِﻧِّﻲ ...

Manda Berbadan dua

Lanjut sequel tulisan Manda nih ... Setelah tulisan gimana kalo Manda ada dua ? Trus dilanjut sama tulisan Manda udah berdua... Lanjutannya adalah Manda berbadan dua Alhamdulillahiladzi  binimati tatimusholihat ... Ketika bulan februari lalu Saya telat datang bulan, tapi masih belum test pack karena nunggu tanggal 15 Februari biar di pas pas in aja sama 15 November tanggal nikah, maksa ya ... karena gak sabar akhirnya test tanggal 13 Februari. Dan Alhamdulillah ... test packnya menunjukkan garis dua merah. Kira-kira kalau dihitung dari HPTP, umur janin udah 1 bulan.   Dan yang mecengangkan adalah akhir januari, Saya sama suami sempet naik gunung untuk pertama kalinya berdua (ada yang laen sih). Di gunung sana, Saya sempet muntah-muntah karena cuaca lagi ujan tak pikir masuk angin aja. Oalah untung dedek kuaat ... dan sepekan sebelum naik gunung, saya dan suami juga adek Saya naik sepeda dari kemayoran ke Senayan doong, rumah Saya kemayoraan. Tapi Alhamdulillah masih ...

Menikah,

Menikah, dinikahi olehmu ternyata ada hal yang harus aku lakukan, maaf bukan keharusan tapi secara sadar atau tidak aku melakukannya. Lima kali dalam sehari, jumlah minimal yang biasa terjadi karenamu tiap harinya. Aku sangat senang di waktu lima kali ini. menuliskannya pun rasa-rasanya agak sulit. Mungkin ini konsekuensi menikahi lelaki sholeh sepertimu. konsekuensi yang menyenangkan. Aku minimal jatuh cinta lima kali sehari padamu , yaitu pada waktu-waktu sholat. Aku jatuh cinta pada caramu bangun dari tidur, duduk atau hal - hal lain ketika kamu mendengar Adzan. Atau pada saat di tempat yang tidak terdengar Adzan, kamu akan membuka situs yang berisi waktu-waktu sholat. Aku jatuh cinta pada caramu mengganti baju kaos yang biasa kamu pakai di rumah bahkan kadang ke warung atau kemanalah tapi kamu ganti dengan koko dan atau kemeja. biasanya, kalau rambutmu sedang acak-acakan kamu akan menggunakan peci. Aku jatuh cinta pada wangi yang kamu semprotkan ketika hendak berangkat ke ...

Manda udah 'berdua'

Ini adalah jawaban dari tulisan Ka(pten) Nasti tepat sebelum postingan yang ini. Sebenarnya tulisan atau challenge itu terjadi jauh sebelum Saya, akhirnya 'berdua'.  Sebulan, tepat hari ini udah sebulan Saya 'berdua'. Ada yang berubah ? banyak. Sekarang Saya udah bukan anak kampung Irian lagi, Sekarang Saya ngontrak 'berdua' di daerah Tangerang. Tempat ngajar Saya-pun berubah, walau masih di Bimbel yang sama. Soal kontrakan ada dialog lucu antara Rafli, sepupu Saya, dengan Mas Adit, suami Saya. Ketika pindahan H+2 dari hari pernikahan ke Tangerang, Rafli yang harusnya Sekolah sampai bolos Sekolah buat ikutan. Rafli : " Mas Adit, ini rumah mas Adit?" Mas Adit : " Bukan Fi, ini Rumah Orang, Mas Adit ngontrak" Rafli cengar cengir gak jelas sambil bilang : " berarti nanti kalau ngajakin orang main ke sini, gini dong "Maen ke rumah orang(kontrakan gue) yuk?!"" Mas Adit : " hahahaha" Terlalu dini u...