Langsung ke konten utama

Jangan ngaku seniman!

Itu bukan tentang para" seniman yang kalian kenal lewat surat kabar, layar kaca atau apalah ..

Ini cuma tentang bagaimana menyuplik petuah bijak dari tokoh fiksi yang ada di dunia maya pula ..

Bisa begitu ? Check this out..

Menurut Pak Tua yang bijak, rasa senang dan rasa sedih itu hanya
soal ‘seni berharap’. Misalnya, kalian dapat ponten 90 saja bisa tetap
sedih (karena berharap dapat 100); dan sebaliknya kalian dapat ponten
50 tetap bisa riang gembira (karena awalnya berharap hanya dapat
nilai 30).
++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Pak Tua tersenyum getir, “Karena orang tua ini mempercayai kalimat sederhana itu, Borno, apapun yang terjadi, itulah yang terbaik bagi
kita …. Itulah tingkat tertinggi seorang pertapa. Mempercayai kalimat itu
segenap hatinya…. Sesuatu yang amat kita benci misalnya, boleh jadi
itu baik bagi kita. Dan sebaliknya, sesuatu yang amat kita sukai,
inginkan, harapkan, boleh jadi itu buruk bagi kita. Berangkatlah,
anakku, dan ingatlah kalimat itu, apapun yang terjadi, itu sungguh
yang terbaik bagi kita. Tuhan tidak akan pernah menipu, karena dia
sungguh bukan penipu. ”

#kau,aku&kotakita


jadi yang bisa gue simpulin dari pak Tua, hidup ini adalah tentang bagaimana berharap dan menerima (Y)

ada yang mau menyimpulkan yg lain?

gue nggak rekomendasiin kalian buat baca kau,aku&kotakita kok, cuman gue mau rekomendasiin buku ushul ats tsalatsah
Kenapa? Karena disana kalian akan belajar mengharap&menerima .. Apa yang harus kalian harap-in? Gmn biar bisa 'nerima' ?
Mau minjem ama gue juga boleh :))

selamat datang seniman*

*seseorang yang pandai berharap&menerima
******************************************
Saat jiwa ini rapuh,
kubahagia karena Alloh memberikan kesempatan u/ menghamba.
Ku bahagia karena banyak org bermaksiat dengan rasa bangga sementara aku mengutip bahagia di balik derita & takdir dengan pasrah. Ku bahagia kala keagungan islam memanduku menuju bahagia. Kubahagia saat ajaran demi ajaranNya mengikatku dgn keteduhan prinsip. Karena ku yakin Alloh akan memberiku yang terbaik.

Komentar

  1. manda jago dah bikin blog,,,hehehe )':

    BalasHapus
  2. Like.. Ilmu tentang Robb, RosulNya, agamaNya..

    BalasHapus
  3. ketawa tapi nangis sih @septia ..?

    @hesti cieh master nih ushul 3 udah berapa ustadz ti , murojaahnya? :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

project ,-

projectnya udah di kumpul di ruang A2 kemaren selasa 8 juni 2010 . nih projectnya :-------------> setelah hampir sebulan ini dan sekarang belum patungan juga lagi hehe ... jadi kadang kadang pas lagi beli apa pake uang sapa dulu gitu kalo nggak ipi ya manda ya ulan . catetan ada di manda sudah ditulis tinggal dilunasi :) hehe kita lega akhirnya udahan . jadi mikrin 2 taun kedepan gimana ya kalo skripsi *kebayang-bayang film 3 idiots, persahabatan mereka itu loh * repotnya , susahnya , punya temen2 kuliah yang super baik kayak ipi, ulan, dwi , linda , da temen 2 fisika di kelas lainnnya . juga kakak tingkat yang baik baik . penjaga lab nya juga baik hihi..  sampe tukang parkir di unj juga baik klo manda susah ngeluarin motor pasti dibantuin *yaeyalah pan emg tugas die tong!* manda jadi ter inspirasi nih buat baik ama adik tingkat sayangnya manda nggak ada yang kenal . gue pengen aja gitu bisa bantuin mereka , sayangnya gue nggak masuk bem dan bisa berkomunikasi ma...

Shut 'medsos' down

 Ada satu waktu ketika Saya akhirnya berhenti membaca laporan korban Covid karena efek setelah membacanya membuat Saya gelisah. Itu sepertinya sudah setahun lalu terjadi. Namun, hari ini Saya memutuskan menon-aktifan beberapa akun media Saya. Bukan tentang Covid lagi, angka kematian yang banyak kali ini datang dari cerita sepak bola. Akhir-akhir ini, Saya menemani suami menonton bola dari TV. Waktu itu ada kipernya yang cidera saja, Saya serasa ndak sanggup kalau dia harus kenapa-napa. Lalu kemarin ini ada berita ratusan orang meninggal karena sepak bola. Aduh, ya sesak dadanya baca berita seperti itu. Tapi berita itu terus muncul, terkadang Saya juga penasaran ingin membacanya, akhirnya meng klik, me scroll, tapi malah membuat Saya gelisah setelahnya. Benar-benar aneh.