Langsung ke konten utama

Sederhana itu bahagia


Bahagia itu benar benar sederhana
bagaimana tidak ?
ketika gaji pertamamu yang tidak terlalu banyak, diterima dengan senang hati oleh ibumu sambil berucap syukur dan senyumnya terlihat ikhlas

tentulah sederhana,
ketika transkip nilai hasil kuliahmu selama empat tahun, dibuka dengan seksama oleh Bapakmu, tidak banyak kata yang keluar memang, tapi garis wajahnya jelas, matanya berkilat melihat kata : sangat memuaskan.

kadang terkembang,
seperti cupcake yang dibuat adik pertamamu khusus untuk kamu, jangan bandingkan rasanya dengan yang di toko-toko . jelas berbeda . disini ada rasa kebahagiaan ...

polos saja,
sepolos adik laki-lakimu yang tidak pernah peduli dengan penampilan,dan baju baru yang kau berikan dengan model tangan 7/8 membuatnya bertanya "ini baju belum jadi ya?"

jelas-jelas jujur
sejujur adik terakhirmu yang tidak gengsi menanyakan kapan pulang, selama itukah ? atau bertanya kapan berangkat, secepat itukah ?

sederhana bukan!
kutiplah kebahagiaan dalam kehidupan kalian dari hal-hal sederhana. hal-hal terkecil yang kalian dapati di keluarga kalian masing masing .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

project ,-

projectnya udah di kumpul di ruang A2 kemaren selasa 8 juni 2010 . nih projectnya :-------------> setelah hampir sebulan ini dan sekarang belum patungan juga lagi hehe ... jadi kadang kadang pas lagi beli apa pake uang sapa dulu gitu kalo nggak ipi ya manda ya ulan . catetan ada di manda sudah ditulis tinggal dilunasi :) hehe kita lega akhirnya udahan . jadi mikrin 2 taun kedepan gimana ya kalo skripsi *kebayang-bayang film 3 idiots, persahabatan mereka itu loh * repotnya , susahnya , punya temen2 kuliah yang super baik kayak ipi, ulan, dwi , linda , da temen 2 fisika di kelas lainnnya . juga kakak tingkat yang baik baik . penjaga lab nya juga baik hihi..  sampe tukang parkir di unj juga baik klo manda susah ngeluarin motor pasti dibantuin *yaeyalah pan emg tugas die tong!* manda jadi ter inspirasi nih buat baik ama adik tingkat sayangnya manda nggak ada yang kenal . gue pengen aja gitu bisa bantuin mereka , sayangnya gue nggak masuk bem dan bisa berkomunikasi ma...

Shut 'medsos' down

 Ada satu waktu ketika Saya akhirnya berhenti membaca laporan korban Covid karena efek setelah membacanya membuat Saya gelisah. Itu sepertinya sudah setahun lalu terjadi. Namun, hari ini Saya memutuskan menon-aktifan beberapa akun media Saya. Bukan tentang Covid lagi, angka kematian yang banyak kali ini datang dari cerita sepak bola. Akhir-akhir ini, Saya menemani suami menonton bola dari TV. Waktu itu ada kipernya yang cidera saja, Saya serasa ndak sanggup kalau dia harus kenapa-napa. Lalu kemarin ini ada berita ratusan orang meninggal karena sepak bola. Aduh, ya sesak dadanya baca berita seperti itu. Tapi berita itu terus muncul, terkadang Saya juga penasaran ingin membacanya, akhirnya meng klik, me scroll, tapi malah membuat Saya gelisah setelahnya. Benar-benar aneh.